Pos Penyekatan Dalam Kota Ditambah

Rabu, 25 Agustus 2021 | 08:56:54 WIB

()

Jambione.com, JAMBI- Pelaksanaan pengetatan PPKM level 4 di Kota Jambi sudah berjalan dua hari. Wali Kota Jambi Syarif Fasha bersama Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo langsung melakukan rapat evaluasi pengetatan hari pertama. Rapat dilaksanakan di Mako Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Senin sore (23/8). 

"Kemarin sore kami langsung adakan rapat analisa dan evaluasi (Anev) bersama dengan jajaran Polresta dan Polda Jambi. Ada penambahan beberapa ruas jalan yang diketatkan di dalam Kota Jambi," ungkap Wali Kota Jambi Syarif Fasha, kepada wartawan di Kantor Dinas Sosial Kota Jambi, Selasa (24/8).

Fasha menjelaskan, dari hasil evaluasi, pada hari pertama pelaksanaan pengetatan mobilitas warga masih tinggi atau masih banyak warga yang berlalu-lalang. "Misal begini, ada warga yang coba-coba. Benar tidak jalan diperketat, sehingga dia keluar rumah jalan rombongan,’’ katanya. 

Menurut Fasha, tindakan seperti itu yang tidak boleh. Makanya, dia minta ditambah pos pos pengetatan. Tujuannya agar dalam waktu satu minggu ini masyarakat enggan keluar rumah. Sehingga tidak ada kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19. Selain itu juga perlu adanya penambahan personil di lapangan. "Kami juga perlu siapkan logistik tambahan dan keperluan lainnya. Semua sudah dilaporkan dalam rapat itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Relaksasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Jailani mengatakan hingga dua hari berjalan pelaksanaan pengetatan PPKM Level 4 belum ada pelaku usaha yang dikenakan denda. "Kalau denda masker di lapangan sudah banyak. Tapi kita belum tahu pasti berapa jumlahnya. Karena evaluasinya akan dilaksanakan  per tiga hari sekali. Sesuai kesepakatan dengan tim, besok (Rabu hari ini) baru akan dievaluasi," katanya. 

Menurut Jailani, pada hari pertama dan kedua masih ditemukan usaha-usaha non esensial yang masih buka. "Banyak faktor, ada yang ikut-ikutan, ada yang tidak tahu. Ada juga yang berasalan belum terima sembako. Tapi itu semua sudah kita berikan peringatan. Kecuali yang esensial memang dibolehkan buka. Wajar-wajar saja kalau di lapangan masih ada non esensial yang buka satu-dua, itu sudah kita berikan peringatan dan himbauan. Secara mayoritas pelaku usaha sudah patuh," tambahnya. 

Pantauan di lapanga, pada hari kedua pengetatan kemarin, arus lalulintas dan mobilitas warga melewati pintu masuk Kota Jambi terlihat lengang. Salah satunya di pos penyekatan Simpang Rimbo, mobilitas kendaraan dan orang tak seramai pada hari pertama. 

Di Pos tersebut tak ada lagi antrian kendaraan yang panjang seperti hari pertama. Bahkan sebelumnya sempat terjadi kemacetan. Padahal, biasanya pukul 11.00 WIB kendaraan yang melintas di jalan tersebut sangat ramai. "Hingga siang ini, sudah ada puluhan kendaraan yang diminta putar arah, karena tidak bisa menunjukkan persyaratan dan kepentingan yang sesuai dalam instruksi," jelas salah satu petugas T Siagian. 

Petugas Labkesda Kota Jambi Pos simpang Rimbo, Tri Novitasari mengatakan pihaknya telah melakukan rapid test terhadap warga dari luar kota Jambi yang ingin masuk ke kota Jambi.  " Pada hari pertama ada 95 orang du rapid tets. Dan pada hari ini (kemarin) hingga pagi tadi sudah dilakukan rapid test 33 orang. Hasilnya semua non reaktif dan dibolehkan masuk ke kota Jambi. Kedepan di posko Simpang Rimbo akan dilengkapi dengan layanan vaksinasi untuk masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Rika, Staf Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi mengatakan hingga pukul 11.49 Wib, Selasa ada dua pengendara yang tak memakai masker dan langsung didenda. 

Pantauan di lapangan, pos penyekatan Simpang Rimbo belum menyediakan layanan vaksinasi bagi masyarakat. Menurut petugas jaga di sana, dijadwalkan pada Rabu atau Kamis nanti baru tersedia layanan tersebut. 

Sebelumnya,Gubernur Jambi Al Haris saat mengecek pos penyekatan Simpang Rimbo pada Senin (23/8), mengatakan harus ada layanan vaksinasi. “Jangan hanya antigen saja. Saya tadi juga sudah sampaikan kepada pak Wali dan pak Kapolda agar tiap titik penyekatan ada vaksinasi juga. Jadi orang yang belum punya kartu vaksin, langsung divaksin,” katanya.

Kemudian, di Pos penyekatan Pal 10, arus kendaraan juga lengang, tak sepadat hari pertama. Pantauan dilanjutkan ke pos dalam kota, suasana kendaraan masih cukup ramai dari Jalan Jenderal Soedirman menuju Simpang 4 Jelutung. Sementara di jalan-jalan lain terpantau sepi. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...