Jasrul: Siapapun Pelaksananya Harus Sesuai Prokes; Bertolak Belakang dengan Kebijakan Pengetatan PPK

Kerumunan Vaksinasi Jadi Sorotan, Ada yang Pingsan

Kamis, 26 Agustus 2021 | 07:21:47 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di dua tempat berbeda di Kota Jambi dalam dua hari belakangan ini, di Jambi Town Square (Jamtos) dan Hotel Yello dalam kawasan komplek Transmart  menjadi sorotan. Pasalnya vaksinasi massal itu memicu timbulnya kerumuman dalam jumlah besar. Situasi itu menjadi kontradiktif dengan kebijakan Pemkot Jambi yang sedang melaksanakan pengetatan PPKM Level 4 sejak Senin, 23 Agustus lalu. 

Vaksinasi di Hotel Yello, Kota Jambi, Rabu (25/8) kemarin misalnya. Foto foto kerumunan  warga sedang antre yang memadati lokasi vaksinasi  beredar luas di media sosial (Medsos) dan grup grup whatshaap. Vaksinasi massal itu diserbu ratusan warga yang berebut divaksin. Apalagi panitia memberikan voucher belanja senilai Rp100 ribu kepada 800 pendaftar pertama.

Pantauan Jambione di lapangan, warga mulai mendatangi lokasi vaksin sejak pagi. Warga yang datang pun beragam, ada yang dari luar kota maupun dalam kota. Tua, muda, Remaja bahkan anak-anak. Ironisnya lagi, bahkan ada juga peserta yang pingsan saat antre. "Sudah dari pagi disini ternyata sudah ramai, ada yang pingsan juga tadi," ujar Suseno, salah satu warga yang ikut vaksin, Rabu (25/8).

Menurut Suseno, dia memang belum pernah vaksin. Dia sendiri vaksin karena takut tertular virus Covid-19 dan adanya pengetatan di Kota Jambi. Suseno mengaku rela ikut antrean panjang yang memicu kerumunan, karena ini mertupakan vaksinasi dosis pertama. Sementara Pemkot Jambi, di laman website yang disediakan tidak melayani vaksinasi dosis pertama. 

‘’ Saya sudah keliling mencari lokasi vaksinasi massal seperti ini. Semuanya ramai. Sehari sebelumnya, di Jamtos saya juga sudah datang. Namun tidak kebagian formulir. Makanya, hari ini saya ikut di sini (Hotel Yello),’’ jelasnya. 

Seharusnya, lanjut Suseno, panitia vaksin membatasi warga, sehingga tidak terjadi antrian panjang yang memicu kerumunan. "Ini bertolak belakang dengan kebijakan pengetatan, jalan-jalan ditutup, tapi vaksin berkerumun," pungkasnya.

Sementara Anorel, warga lainnya mengaku sudah dari subuh antri untuk mendapatkan formulir pendaftaran divaksin. "Tadi sudah ada empat yang pingsan, cewek semua," katanya.

Kerumunan di arena vaksinasi itu pun mendapat sorotan dari para penggiat medsos. Mereka umumnya mempertanyakan sikap Pemkot Jambi dan panitia. ‘’ Jalan jalan ditutup, tapi kerumunan di arena vaksinsasi dibiarkan. Percuma dong dilakukan pengetatan,’’ kata salah satu nitizen. 

Sorotan juga datang dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Jasrul. Seharusnya, kata dia, siapapun yang mengadakan (pelaksana) kegiatan vaksinasi massal, harus menjaga protokol kesehatan seperti yang disyaratkan pemerintah. Sehingga tidak memicu kerumunan. "Sekalipun ini vaksin, jangan sampai dengan vaksin justru malah menjadi media penyebar Covid-19," kata Jasrul saat dihubungi Rabu malam (25/8). 

Menurut Jasrul, memang beberapa pekan terakhir kegiatan vaksinasi justru menyebabkan kerumunan dan tidak menjaga protokol kesehatan. Hal itu bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah yang melarang kegiatan masyarakat. Tapi disisi lain terjadi kerumunan vaksinasi. "Baik yang mengadakan swasta atau pemerintah seharusnya tetap menjaga prokes," tegasnya.

Sehari sebelumnya, kerumunan massa dalam jumlah besar juga terjadi di Mal Jambi Town Square (Jamtos), Selasa (24/8) pagi hingga siang. Ratusan warga berebut vaksinasi yang digelar Polresta Jambi.

Vaksinasi di mal yang terletak di Jalan Kapten Badaruddin ini disambut sangat antusias oleh warga. Tidak sedikit warga yang datang dari luar kota rela antre berjam-jam. Mereka umumnya rela berdesak-desakan untuk mendapatkan surat keterangan vaksin yang sangat diperlukan sejak pengetatan PPKM Level 4 di Kota Jambi.

Terlihat tidak ada jarak aman antar warga sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yakni minimal 1,5 meter. Bangku-bangku disusun berdekatan. Sehingga warga yang antre duduk sangat dekat seolah tanpa jarak. Sejumlah petugas melayani warga yang antre, baik untuk mendaftar maupun untuk mendapat giliran divaksin.

Vaksinasi digelar sejak dua hari lalu.  Wakapolresta Jambi AKBP Rully Andi mengatakan bahwa target vaksinasi di Jamtos adalah 1.000 dosis per hari. “Hari pertama kemarin melebihi target kita, yakni 1.338 dosis. Untuk hari kedua, hingga siang tadi sudah 500 dosis. Kami berharap hari ini target juga tercapai,” katanya.

Rully membantah tingginya antusias warga mengikuti vaksinasi Covid-19 terkait pengetatan PPKM Level 4 di Kota Jambi. Menurut dia, masyarakat sudah sadar bahwa vaksinasi penting untuk kesehatan diri. “Saat ini masyarakat sudah sangat antusias untuk melaksanakan vaksin karena vaksin sangat perlu untuk kesehatan mereka sendiri,” ujarnya.(ali/ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...