Ekonomi Membaik, Sentimen Positif Warga Terhadap Vaksinasi

Senin, 06 September 2021 | 08:37:58 WIB

(Khotib)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi mengalami perbaikan dan akselerasi di triwulan II 2021, setelah sebelumnya mengalami kontraksi beberapa triwulan terakhir sejak membaiknya pandemi covid-19 di tahun 2020.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution, menjelaskan bahwa tren perbaikan tersebut didorong dengan membaiknya mobilitas masyarakat sebagai dampak sentimen positif terhadap program vaksinasi covid-19.

Selain itu, kata Suti Masniari Nasution, kegiatan konstruksi turut memberikan sumbangsih yang cukup besar di luar sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang sejak lama menjadi sektor utama pendukung perekonomian Provinsi Jambi.

“Ke depan, ekonomi diperkirakan tetap berada di angka positif namun berpotensi bias bawah akibat adanya implementasi PPKM,” ujarnya di zoom meeting temu media Forum Wartawan Ekonomi Bisnis (Forweb) Provinsi Jambi, Jumat (3/9/2021).

Pada kesempatan ini, Suti Masniari Nasution juga memaparkan perkembangan inflasi provinsi Jambi. Secara bulanan, pada Agustus 2021, Provinsi Jambi mengalami deflasi 0,421% mtm (nasional inflasi 0,03% mtm).

Utamanya didorong oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau seiring terpenuhinya kebutuhan masyarakat akibat melimpahnya pasokan beberapa komoditas yang mengalami panen raya. Diantaranya komoditas internal daging ayam ras, serta komoditas dari luar daerah yaitu cabai merah dan cabai rawit. Lesunya kegiatan perekonomian juga disebabkan implementasi PPKM.

Untuk kota Jambi, pada bulan Agustus 2021 mengalami deflasi 0,44%. Utamanya didorong oleh musim panen raya yang sedang berlangsung di daerah sentra produksi dalam daerah, sehingga membuat pasokan melimpah. Namun demikian, deflasi lebih dalam tertahan oleh menipisnya stok komoditas bahan pangan lainnya seperti bawang merah akibat gangguan distribusi pasokan dari luar kota akibat implementasi PPKM.

Searah dengan kota Jambi, pada Agustus 2021 Kabupaten Bungo juga mengalami deflasi 0,20% mtm yang utamanya didorong oleh penurunan harga komoditas pangan yang sedang berlimpah akibat kedatangan pasokan dari luar daerah dan masa panen raya komunitas daging ayam yang lebih panjang dari yang diperkirakan. Namun deflasi lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga bawang merah, minyak goreng, ikan serai dan beberapa komoditas lainnya yang mengalami penipisan stok.

“Hingga Minggu kelima Agustus 2021, perkembangan harga 10 komoditas pangan strategis di kota Jambi dan kabupaten Bungo yang merupakan kota perhitungan inflasi tidak mengalami perubahan harga yang signifikan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya (0% week to week),”katanya.

“Kestabilan harga beberapa komoditas tersebut diakibatkan oleh berkurangnya permintaan masyarakat selama masa pemberlakuan kebijakan PPKM level 4, serta pasokan yang cukup memadai. Namun demikian perlu di waspadai potensi peningkatan harga pada periode pelanggaran PPKN,” tambah Suti Masniari Nasution.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi, sambung Suti Masniari Nasution, diproyeksikan masih akan mengalami pertumbuhan positif namun melambat di triwulan III didorong oleh perbaikan harga komoditas global terutama karet dan sawit yang menjadi sumber pencaharian mayoritas masyarakat Jambi. Selain itu, pencapaian implementasi program vaksinasi diharapkan dapat memperbaiki sentimen masyarakat yang sempat turun kembali akibat lonjakan kasus.

Namun demikian, normalisasi pasca Ramadhan dan Idul Fitri serta implementasi PPKM di sejumlah daerah yang sempat menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat diperkirakan akan menahan pertumbuhan lebih lanjut.

“Inflasi di provinsi Jambi diprediksi masih akan bergerak di rentang sasaran inflasi nasional 3% plus minus 1% yang masih akan disumbangkan oleh komoditas bahan makanan, minuman dan tembakau. Kenaikan harga tersebut masih merupakan dampak dari ketergantungan pasokan komunitas terhadap daerah sentra produksi di luar provinsi Jambi. Sehingga harga sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi pasokan,”tutup Suti Masniari Nasution.(bin)






BERITA BERIKUTNYA
loading...