Diperuntukkan Bangun Lima Infrastruktur

Pinjaman PEN Rp245 M Bakal Cair Tahun

Jumat, 10 September 2021 | 09:25:50 WIB

Kepala Bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi, Poppy Nurul Isnaini .
Kepala Bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi, Poppy Nurul Isnaini . (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Pemerintah Kota Jambi awalnya mengajukan pinjaman untuk percepatan pembangunan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebesar Rp 385 miliar. Dengan jumlah tersebut rencananya akan digunakan untuk 9 (sembilan) program pembangunan.

Namun yang baru disetujui Rp140 M untuk empat kegiatan pembangunan melalui pinjaman reguler PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Sementara sisanya, masih ada lima program akan dikejar lagi melalui pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga dari PT SMI.

Kepala Bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi, Poppy Nurul Isnaini mengatakan, untuk merealisasi 5 program percepatan pembangunan yang belum disetujui dari pinjaman reguler PT SMI, Pemerintah Kota Jambi mengalihkan pinjaman tersebut melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Kita akan mengalihkan sisanya melalui pinjaman daerah pemulihan ekonomi nasional yang merupakan program Kemenkeu," kata Poppy.

Poppy mengatakan pengajuan pinjaman tersebut diperkirakan bakal cair tahun ini. Nantinya secara anggaran sudah dimasukkan tahun ini, namun setelah adanya persetujuan tahun 2022 dimasukkan kembali. 

"Totalnya sekitar Rp245 miliar untuk 5 program," ujarnya.

Lima program tersebut diantaranya adalah pembangunan pedestrian kawasan pasar (pedestrian dalam kota), tempat parkir di eks Istana Anak-anak, wisata Danau Sipin, Sport Center dan Gedung Pertemuan (MICE) di Kawasan Jelutung. 

Ditambahkan Poppy, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan program pemerintah pusat yang ditujukan untuk pemerintah daerah, supaya tidak hanya mengandalkan dana transfer. Selain itu juga salah satu upaya untuk memulihkan kondisi ekonomi setelah pandemi Covid-19.

"Kalau hanya mengandalkan dana transfer kadang dipotong, kadang lambat pencairannya, melalui program PEN ini daerah bisa menggenjot pembangunan," katanya.

Dijelaskan Poppy, terkait teknis pembayaran pinjaman program PEN tersebut, waktunya bisa melebihi masa jabatan walikota saat ini. Pemerintah hanya membayar bunga 5,6 persen, dengan masa pinjam selama 5 (Lima) tahun.

"Masa pembayaran lebih panjang, beda dengan pinjaman reguler yang harus selesai hingga habis masa jabatan walikota. Kalau PEN bisa melebihi masa jabatan walikota untuk pembayarannya. Untuk pinjaman PEN ini tidak perlu persetujuan DPRD," katanya.

Ia menambahkan, secara pengelolaan keuangan, Kota Jambi masih stabil. Baik dari sisi pengeluaran dan pendapatan. 

Saat ini prosesnya pemerintah Kota Jambi sedang memenuhi kelengkapan persyaratan di Kementrian Keuangan. 

"Kita sedang siapkan KAK-nya, ada persyaratan khusus, ada sistematika, dan rinician kebutuhan data yang harus dilengkapi," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa diperkirakan pinjaman dana PEN bakal cair tahun ini.

"Ada beberapa program nanti yang bakal didanai oleh pinjaman PEN ini, salah satunya pengembangan wisata Danau Sipin," katanya, usai paripurna di DPRD Kota Jambi, Kamis (9/9).

Dikatakan Fasha, kelebihan pinjaman PEN ini adalah bunganya lebih murah. Selain itu juga beban angsuran tidak tergantung dengan masa jabatan kepala daerah. 

"Jadi paling cepat lima lima tahun, tapi mau sepuluh atau lima belas tahun boleh. Tergantung kekuatan keuangan daerah. Saat ini tengah dilakukan verifikasi," pungkasnya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...