Pertimbangkan Siswa di Bawah 12 Tahun Belajar Tatap Muka

Senin, 13 September 2021 | 06:32:20 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Pemerintah terus berusaha mengejar capaian herd immunity di atas 70 persen, agar dapat merealisasikan kehidupan new normal di tengah pandemi Covid-19. Baik itu mengenai aktivitas perekonomian, perkantoran, bahkan pendidikan.

Khususnya di Kota Jambi, Waki Wali Kota Jambi, Maulana mengungkapkan, hingga pekan kemarin, capaian herd immunity di Kota Jambi pada vaksin pertama mencapai sekitar 64 persen.

“Jika nanti vaksin kedua di atas 70 persen akan terbentuk kekebalan tubuh. Dan kita sudah bisa beraktivitas seperti biasa namun tetap dengan prokes,” jelasnya.

Dengan terbentuknya kekebalan tubuh ini, lanjut Maulana, nantinya khususnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah bisa dilakukan. “Saat ini sekolah-sekolah sedang persiapan, seperti kurikulum, teknis dan lainnya. Waktunya juga akan diatur,” sebutnya.

Lebih lanjut, Maulana menjelaskan, pandemi ini menurutnya mengajarkan arti kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Bagaimana sama-sama untuk mencegah penularan Covid-19 ini sendiri.

“Alhamdulillah, saat ini kasusnya sudah berkurang. Kondisi BOR dan tempat tidur di ruang isolasi juga turun. Memang angka kematian sangat tinggi. Jadi memang perlu kita sama-sama untuk mencegahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa untuk siswa dibawah 12 tahun nantinya akan dikaji, apakah boleh sekolah tatap muka seluruhnya atau sebagian. 

"Selama ini kan kita di bawah 12 tetap kita perbolehkan, ya tapi mungkin kelas 3 (tiga), kelas 4 (empat), kelas 5 (lima) dan kelas 6 (enam) nanti yang kita perbolehkan. Kita lihat ya seperti apa nanti, Dinas Kesehatan yang memutuskan. Akan tetapi saat ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri, PPKM Level 4 itu tidak memperbolehkan usia dibawah 12 tahun dan di atas 70 tahun untuk masuk pusat perbelanjaan, dan melakukan sekolah tatap muka. Jadi kita hanya mematuhi instruksi itu, kalau nanti sudah level 2 mungkin sudah dibolehkan, jadi tidak mutlak selamanya. Ini hanya terkait status saja," pungkasnya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...