Direncanakan Bakal Kelola Campuran Aspal

BUMD Baru Wajib Setorkan PAD

Rabu, 15 September 2021 | 07:19:45 WIB

Walikota Jambi Syarif Fasha.
Walikota Jambi Syarif Fasha. (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- BUMD Siginjai Sakti milik Pemerintah Kota Jambi sudah menyusun struktur organisasi. PT Siginjai Sakti ditarget akan mengelola beberapa jenis usaha, diantaranya sektor wisata, transportasi dan pengelolaan campuran aspal.

Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, struktur oragnisasi BUMD Siginjai Sakti yang dibentuk sudah duduk satu meja dengan Dinas PUPR Kota Jambi. Mereka melakukan pembicaraan terkait pengelolaan Unit Pengelolaan Campuran Aspal (UPCA).

“Itu adalah aset dinas PU yang dikelola PT Siginjai Sakti nanti,” katanya.

Fasha menyebutkan, duduk bersama tersebut sudah menemui titik terang. Karena kewajiban-kewajiban setoran PAD yang sudah dilakukan PUPR selama ini juga harus dilakukan oleh PT Siginjai Sakti.

“Jangan sampai peran untuk sektor PAD yang dilakukan PU, begitu di PT Siginjai Sakti nanti hilang. Kami tekankan bahwa berapa yang disetorkan PAD oleh UPCA sebelumnya, maka harus segitu juga yang harus disetorkan PT Siginjai Sakti nanti ke Pemda Kota Jambi,” tambah Fasha.

Lebih lanjut Fasha mengungkapkan, BUMD Siginjai Sakti juga salah satunya akan mengelola transportasi yang rencananya akan digandengkan dengan PT Koja Trans. Namun dengan kondisi pandemi, banyak bisnis yang kesulitasn, termasuk Koja Trans, yang terpaksa mereka harus angkat kaki dari Kota Jambi.

“Kita tidak bisa menghindari kondisi Covid-19 ini. Tidak ada bisnis yang tahan dengan covid ini. Koja Trans saat menarik diri, mereka ngomong baik-baik dengan kita,” tuturnya.

Kata Fasha, pihak Koja Trans mengaku akan menunggu pandemi selesai.

“Kita maklumi karena tidak mungkin mereka menggaji karyawan yang cukup banyak. Kita tidak bisa juga melakukan kerjasama dengan subsidi terhadap gaji karyawannya, karena tidak beroperasi. Kita persilahakan mereka istirahat sampai kondisi pandemi ini berakhir, mereka akan masuk kembali. Kita lihat polanya, kalau masyarakat menggunakan angkutan umum, mungkin bisa kembali kita panggil Koja Trans,” katanya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...