Giliran Pejabat Pemprov Diperiksa KPK

Rabu, 15 September 2021 | 07:23:41 WIB

(Khusnizar/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melanjutkan pemeriksaan saksi kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 di Polda Jambi. Setelah 16 kontraktor, Selasa kemarin (14/9) giliran pejabat dan mantan pejabat Pemprov Jambi yang dimintai keterangan.

Salah satunya adalah mantan asisten III Setda Provinsi Jambi Saipudin. Mengenakan kemeja biru muda, mantan terpidana kasus suappengesahan RAPBD itu  diperiksa lebih kurang selama satu setengah jam di salah satu ruangan gedung lama Mapolda Jambi. Usai pemeriksaan, Saipudin enggan berkomentar saat dikonfirmasi wartawan.

 "Cuma tanda tangan berkas lama, tidak ada pertanyaan," kata Saipudin sambil berjalan meninggalkan gedung Mapolda Jambi. Selain Saipudin, pejabat Pemprov Jambi yang masih aktif dipanggil untuk diperiksa  adalah Varial Adhi Putra, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi.

Saksi lainnya Wasis Sudibyo (Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Jambi), Nusa Suryadi (Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Jambi), dan Budi Nurahman (Staf Pelaksana pada Biro Pemerintahan dan OTDA Setda Provinsi Jambi). Saat kasus ini terjadi dia menjabat Kabid Bina Marga Dinas PUPR).

Selanjutnya Wahyudi Apdian Nizam (Kasubbag Program Dinas  PUPR Propinsi Jambi), Dheny Ivantriesyana (Humas Dinas PUPR Provinsi Jambi), Hendri Eriadi (Kasi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan pada Dinas PUPR Propinsi Jambi), dan Edi Damhuri (PNS/PPTK Dinas PUPR Provinsi Jambi).

Sementara itu mantan pejabat lain yang juga dipanggil yaitu Dody Irawan (mantan kepala Dinas PU Jambi) yang kini menjadi staf pelaksana pada Badan Pengembangan SDM Provinsi Jambi.  Kemudian, mantan Penjabat Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik juga ikut diperiksa. Sama seperti Saipudin, Erwan Malik juga menjadi terpidana dalam kasus ini. Namun keduanya sudah bebas usai menjalani masa hukuman.

Seperti diberitakan, pada Senin (13/9) penyidik KPK memeriksa 16 orang kontraktor yang dalam persidangan sebelumnya sebagian besar disebut sebut sebagai donatur alias pemberi uang untuk menyuap anggota DPRD Provinsi Jambi.            Ke 16 kontraktor itu antara lain Ismail Ibrahim alias Mael Bungo yang juga merupakan ipar mantan Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Berikutnya, Hardono alias Aliang, Hendri (Direktur Utama PT Sinar Utama Indah Lestari Abadi, Ali Tonang alias Ahui (Direktur PT Chalik Suleiman Bersaudara), Joe Fandy Yoesman alias Asiang (Direktur Utama PT Sumber Swarnanusa), Lily—istri Asiang (Komisaris PT Chalik Suleiman Bersaudari), dan Lina (Direktur PT Sumber Sumber Swarnanusa).

Selanjutnya, Norman Robert, Rudy Lidra Amidjaja (Direktur Utama PT Rudy Agung Laksana) dan Andi Putra Wijaya (Direktur Utama PT Air Tenang). Kemudian,Kendrie Aryon Alias Akeng (Direktur Utama PT Perdana Lokaguna), Edi Zulkarnaen (Direktur PT Fadli Satria Jepara), Chandra Ong Alias Abeng, Hendri Attan alias Ateng (Direktur PT Artha Mega Sentosa), Musa Effendi (Pemilik CV Berkat Usaha Lestari), dan Yosan Tonius Alias Atong (Direktur Utama PT Wahyunata Arsita).

Mereka diperiksa sebagai saksi untuk enam tersangka Farurrozi, Arakhmat Eka Putra, Wiwid Iswara, dan Zainul Arfan, yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi peridoe 2014-2019. Selain itu, juga untuk tersangka Paut Syakarin dan Apif Firmansyah.

Andi Putra Wijaya saat ditanyai wartawan mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Paut Syakarin. Kemudian Direktur PT. Rudy Agung Laksana, Rudy Lidra Amidjaja mengatakan diperiksa untuk tersangka Paut Syakarin. Lalu Direktur PT Fadli Satria Jepara, Edi Zulkarnaen saat dikonfirmasi mengatakan dirinya diperiksa sebagai saksi tersangka Apif Firmansyah.

Sebelumnya, penyidik KPK juga telah memeriksa sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 yang menjadi terpidana dalam kasus ini juga telah diperiksa di Lapas Klas IIA Jambi.(fey/ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...