Tim terpadu Diberi Waktu Tiga Hari, Kalau Izin Tak Lengkap Langsung Segel

Fasha Perintahkan Cek Izin PT Ocean Petro Energy

Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:42:06 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Aktifitas PT Ocean Petro Energy yang berada di Jalan Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, menjadi sorotan pemerintah dan DPRD Kota Jambi. Perusahaan distribusi (transportir) bahan bakar tersebut dinilai beroperasi ilegal. Tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Jambi.

Masalah ini dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kota Jambi yang dihadiri Walikota Jambi Syarif Fasha, Senin pagi (11/10). Salah satu anggota DPRD Kota Jambi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah turun ke lapangan dengan  mengundang PTSP, Satpol PP, Lurah, Camat dan Babinsa untuk langsung menyaksikan kegiatan di sana.

“Kami sudah cek dan menerima laporan masyarakat. Di sana ada puluhan tabung tangki minyak. Entah darimana minyaknya. Setahu saya PT tersebut merupakan  transporter, hanya mensuplai ke industri. Tapi disana mereka seperti mengolah minyak,” kata anggota DPRD Kota Jambi kepada walikota dihadapan para peserta paripurna.

Ia menyebutkan sudah menanyakan perihal izin perusahaan tersebut. Dari keterangan DPMPTSP Kota Jambi, aktifitas PT tersebut tidak memiliki izin amdal lingkungan dan amdal lalu lintas. “Itu lingkungan masyarakat. Menurut keterangan  PTSP, izin PT Ocean Petro Energy itu hanyalah izin kantor,” jelasnya.

Pihak DPRD Kota yang sudah turun ke lokasi pada Jumat lalu juga sempat menerima ancaman dari orang yang disebut sebagai preman disana. “Kami tindaklanjuti, kami sempat diancam oleh preman disana, mau siap bunuh katanya,” sebut anggota DPRD Kota Jambi tersebut.

Berkaitan dengan masalah ini, anggota DPRD Kota Jambi meminta Walikota Jambi membentuk tim khusus menelusuri eksistensi perusahan tersebut. “Di sebelah gudang perusahaan tersebut juga ada truknya yang beraktifitas luar biasa. Walaupun backingnya besar, tapi kan itu hanya oknum, wibawa kita sebagai negara harus ada,” sebutnya.

Dia minta masalah PT Ocean Petro Energy ini harus segera ditindaklanjuti, mengingat ini adalah wilayah kewenangan Pemerintah Kota Jambi. Masyarakat disana khawatir  jika tangki tersebut meledak. Tentu sangat berbahaya.

“Disana ada kapasitas tangki 50 ribu liter dan 10 ribu liter. Ada banyak tangki. Tidak ada safety. Disekelilingnya adalah lingkungan masyarakat umum. Keselamatan masyarakat sekitar lebih penting daripada kepentingan oknum-oknum tersebut. Keselamatan rakyat harus lebih diutamakan. Saya minta betul dengan kebijakan walikota. Ini sudah menyalahgunakan,” ujarnya.

Menganggapi hal tersebut, Walikota Jambi Syarif Fasha langsung bersikap. Walikota dua periode itu langsung memerintah Satpol PP, DPMPTSP, DLH, Disperindag, Damkar, Perkim dan PUPR Kota Jambi untuk segera melakukan sidak dan melakukan pengecekan kelapangan.

“Segera sidak ke lokasi dan periksa izinnya semua. Kalau menyalahi, maka langsung segel. Saya tunggu dalam 3 hari ini,” kata Walikota Jambi Syarif Fasha.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Fahmi mengatakan, sejak berdiri 2013 lalu, PT Ocean Petro Energy telah memperpanjang izin pada 2018 lalu. Adapun izinnya yakni, izin kantor. Dari data yang ada, PT Ocean Petro Energy merupakan kantor cabang. Pusatnya ada di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. “Kami tidak lihat ada izin lain di database kami. Kalau dilihat aktivitas di dalam, belum memiliki izin,” jelasnya.

Sedangkan penulurusan dari Google Maps, memang ada aktivitas cukup besar di dalam kawasan PT Ocen Petro Energy tersebut. Ada beberapa kendaraan tangki dan juga ada perubahan-perubahan pada bangunan yang ada.

“Dari 2018, 2019, 2020 ada tambahan dan perubahan bangunan. Kalau bisa bertemu dengan pengurusnya, hal-hal ini tentu menjadi pertanyaan kita,” kata dia.

Seperti diketahui, pada Jumat (9/10) lalu, anggota Komisi III DPRD Kota Jambi yang sidak ke sana, malah dihalang-halangi. Seorang pria berkulit gelap, baju hitam dari arah luar.

Dia mengaku sebagai humas PT Ocean Petro Energi. Dia mengancam para anggota dewan itu, akan memanggil preman Paal Merah.

"Kita di sini ada etika pak. Jangan sembarangan masuk. Nanti saya panggil preman sini, habislah kalian," ucap pria yang mengaku bernama Hari itu. Dia pun memerintahkan penjaga pintu untuk tidak membukakan pintu, sebelum mendapat perintahnya. "Jangan bukakan pintu, sebelum saya suruh. Saya bilang jangan, jangan bukakan," perintahnya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...