Soal Izin PT Ocean, Tim Terpadu Belum Ada Progres

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:26:44 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Pasca Wali Kota Jambi Syarif Fasha menginstruksikan memeriksa izin PT Ocean Petro Energy yang diduga melakukan aktivitas ilegal, apa tindakan yang sudah dilakukan tim terpadu beranggotakan Satpol PP, DPMPTSP, DLH, Disperindag, Damkar, Perkim dan PUPR Kota Jambi masih menjadi tanda tanya. Hingga Selasa kemarin (12/10) belum banyak informasi yang didapat mengenai progres tim tersebut.

Padahal, Fasha memberi waktu tiga hari kepada tim tersebut menangani masalah perusahaan transportir bahan bakar yang kini banyak mendapat sorotan tersebut. Beberapa anggota tim yang dihubungi belum mau berkomentar. Bahkan mereka terkesan saling lempar tanggung jawab.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ardi ketika ditanya mengenai progress tindakan tim, belum bisa memberikan banyak komentar. “Ini nanti (progres,red) dengan tim terpadu saja, karena bukan saya (DLH) sendiri. Masih akan dirapatkan,” katanya.

Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Fahmi ketikia ditanya juga enggan memberikan komentar banyak mengenai langkah apa yang akan diambil pihaknya maupun tim yang telah ditunjuk.

“Kebetulan saat ini saya sedang dinas ke luar. Koordinatornya di Satpol PP ya,” ujarnya saat dihubungi melalui telpon seluler, Selasa (12/10).

Terpisah, Kasat Pol PP Kota Jambi, Mustari Affandi juga belum bisa memberikan komentar lebih banyak mengenai langkah apa yang akan diambil untuk perkara ini. 

“Belum. Nanti tunggu hasilnya saja ya. Ini akan kita rapatkan dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Jambi, Joni Ismed ketika dihubungi via telpon juga mengaku belum ada dihubungi ataupun diajak berkoordinasi oleh tim terpadu mengenai hal itu. “Belum ada (koordinasi,red). Kita tunggu saja nanti seperti apa tindakannya,” katanya.

Upaya penanganan terhadap PT Ocean Petro Energy ini diharapkan mempunyai tujuan yang jelas. Pasalnya, beberapa tahun silam, perusahaan ini juga pernah disegel oleh aparat penegak hukum.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, PT Ocean Petro Energy yang berada di Jalan Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Paalmerah, masih menjadi sorotan. Perusahaan yang diduga mengolah bahan bakar tersebut dinilai beroperasi ilegal. Tidak mengantongi izin dari Pemkot Jambi.

‘Lemahnya’ pemerintah adan aparat hukum dalam menangani masalah PT Ocean Petro Energy ini menjadi  tanda tanya banyak pihak. Diduga ada becking ‘orang kuat’ di belakang perusahaan tersebut.   

Bahkan ini juga disinggung dalam rapat paripurna Senin (11/10), di hadapan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, salah satu anggota DPRD Kota Jambi mengatakan, bahwa pihaknya sudah turun kelapangan dengan  mengungdang PTSP, Satpol PP, Lurah, Camat dan Babinsa untuk langsung menyaksikan kegiatan di sana.

Ia menyebutkan, pihaknya juga sudah menanyakan perihal izin PT tersebut. Dari keterangan DPMPTSP Kota Jambi aktivitas PT tersebut tidak memiliki izin amdal lingkungan dan amdal lalu lintas.

Pihak DPRD Kota yang sudah turun ke lokasi pada Jumat lalu juga sempat menerima ancaman dari orang yang disebut sebagai preman di sana. “Kami tindaklanjuti, kami sempat diancam oleh preman di sana, mau siap bunuh katanya,” timpalnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, anggota DPRD Kota Jambi meminta sekiranya Wali Kota Jambi untuk membentuk tim khusus menelusuri eksistensi perusahan tersebut. “Di sebelah gudang tersebut juga ada gudang truknya yang beraktivitas luar biasa. Walaupun backingnya besar, tapi kan itu hanya oknum, wibawa kita sebagai negara harus ada,” tegasnya.

Hal ini harus sebut dia harus segera ditindaklanjuti, mengingat ini adalah wilayah kewenangan Pemkot Jambi. Keluhan masyarkat di sana khawatir jika tangki tersebut meledak. Tentu hal tersebut sangat berbahaya.(ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...