Bahas PETI, Anggota DPRD-Warga Nyaris Adu Jotos

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:29:15 WIB

(Fitriyadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARABUNGO - Rapat membahas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat antara  DPRD Bungo dengan sejumlah elemen masyarakat di gedung DPRD Bungo, Selasa (12/10) kemarin berakhir ricuh. Bahkan Ketua Komisi III DPRD Bungo Darwandi nyaris terlibat adu jotos dengan perwakilan warga.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bungo, Martunis itu awalnya berjalan lancar. Sejumlah pihak yang hadir menyampaikan pendapat masing-masing soal aktivitas PETI di Dusun Batu Kerbau. Para perwakilan forum peduli Pelepat menyampaikan keluhan terkait sungai di Pelepat sangat memprihatinkan akibat PETI di Batu Kerbau. 

Memasuki sesi tanya jawab suasana mulai memanas. Saat aktivis perwakilan Forum Hamba Allah (Forhama) Debi Krismanto menyampaikan tuntutan, suasana kian memanas. Debi menyebut semua lembaga yang ada di Kabupaten Bungo tidak serius menyelesaikan permasalahan PETI. Debi juga menyebut anggota DPRD Bungo ikut terlibat dalam aktivitas penambangan emas ilegal tersebut.

Pernyataan Debi tersebut membuat sejumlah anggota DPRD Bungo Emosi. Salah satunya yang paling marah adalah Ketua Komisi III DPRD Bungo Darwandi. "Kamu jangan bawa-bawa lembaga. Sebut saja oknum, jangan lembaga DPRD," kata Darwandi sambil memukul meja.

Dia minta Debi mengklarifikasi ucapannya bahwa anggota dewan bermain. Namun, bukannya  diam, Debi malah semakin keras. Sambil juga memukul meja, dia mempertegas menyebutkan DPRD Bungo ikut terlibat. "Saya mengkritik lembaga bukan mengkritik oknum," balas Debi.

Suasanan pun kian panas. Bahkan Darwadi dan Debi hampir terlibat adu jotos. Keduanya sudah berdiri dari kursi masing masing dan berjalan  mendekat. Namun sebelum terjadi adu pukul, keributan itu cepat dilerai oleh anggota rapat lainnya.

Debi mengatakan, mereka menyampaikan masalah PETI ke dewan supaya ada tindakan. Bukan malah rebut. ‘’ Mereka kan wakil kita, makanya kita sampaikan masalah ini ke dewan supaya PETi bisa ditindak. Bukan malah sebaliknya marah dengan saya. Ada apa di balik kemarahan anggota dewan itu?," kata Debi.

Terpisah anggota DPRD Darwandi mengatakan persoalan dia emosi bukan masalah PETI, tapi tuduhan anggota DPRD bermain PETI. ‘’Saya tidak terima, seharusnya dia mengunakan bahasa oknum. Karena DPRD adalah institusi," kata Darwandi.(yad).

Namun saat perwakilan Forum Hamba Allah (Forhama) Debi Krismanto menyampaikan tuntutan, suasana mulai memanas.

Debi menyebut semua lembaga yang ada di Kabupaten Bungo tidak serius menyelesaikan permasalahan PETI. Debi juga menyebut anggota DPRD Bungo ikut terlibat dalam aktivitas penambangan emas ilegal tersebut.

Pernyataan Debi tersebut membuat sejumlah anggota DPRD Bungo Emosi. Salah satunya yang paling marah adalah Ketua Komisi III DPRD Bungo Darwandi. "Kamu jangan bawa-bawa lembaga. Sebut saja oknum, jangan lembaga DPRD," kata Darwandi.

Namun, Perwakilan LSM yang tak ingin dibantah bersikeras menyebut DPRD Bungo ikut terlibat. "Saya mengkritik lembaga bukan mengkritik oknum," balas Debi. Suasanan pun kian panas. Bahkan Darwadi dan Debi hampir terlibat adu jotos. Namun berhasil dilerai oleh anggota rapat lainnya.(ist)

Sebagai Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) Bungo seharusnya memberikan contoh yang terpuji di depan masyarakat bukan malah sebaliknya, Selasa (12/10) kemarin.

Audensi terkait permasalahan penambang emas tampak izin (PETI) di batu Kerbau kembali ricuh, dimana anggota DPRD komisi II Darwandi malah nyaris adu jotos dengan masyarakat. 

Di ketahui permasalahan di butuh kerbau  seakan tidak pernah selesai dari hama perusak lingkungan yaitu pelaku peti menggunakan alat berat. Di ketahui alat berat mengunakan excavator sebanyak 12 unit membuat air tidak pernah jernih.

Persoalan tersebut di sampaikan di gedung DPRD Bungo untuk mecari solusi untuk memberantas PETI, bukan menimbulkan solusi malah nyaris adu jotos. 

Awalnya pembahasan rapat berjalan lancar sesuai keinginan para forum peduli Pelepat menyampaikan keluhan terkait sungai di Pelepat sangat memprihatinkan akibat PETI di batu kerbau. 

Saat tanya jawab mulai memanas hingga anggota DPRD Bungo memukul meja untuk perkataan saudara Debi untuk mengklarifikasi terkait bahasa yang di ucapkan Debi bawah anggota dewan bermain, dari perkataan itu memuncak Hinga Darwandi tidak bisa Manahan marah Hinga memukul meja. Setalah Darwandi mukul meja Debi juga membalas memukul meja,akhirnya keributan terjadi.

Debi selaku masyarakat menyampaikan suara di DPRD untuk kegiatan peti dapat di tindak, bukan malah sebaliknya marah dengan saya. Ada apa di balik kemarahan anggota dewan," tutur Debi.

Terpisah anggota DPRD Darwandi mengatakan persoalannya bukan Masalah peti tetapi permasalahan perkataan terkait anggota DPRD bermain PETI saya tidak terima, seharusnya mengunakan bahasa okum. Karena DPRD adalah instansi," Tutup Darwandi.(yad).






BERITA BERIKUTNYA
loading...