Polisi-TNI Gerebek Gudang Minyak Ilegal di Jaluko, 6 Ton Solar Diduga Oplosan Disita

Awas! Solar Oplosan

Kamis, 04 November 2021 | 08:54:14 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Bisnis minyak ilegal makin marak di Jambi. Selain dari hasil illegal drilling yang diolah secara tradisional, ditenggarai juga banyak beredar minyak solar hasil oplosan. Yakni minyak asli dari pertamina di oplos (campur) dengan minyak hasil olahan dari illegal drilling. 

Dugaan ini mencuat setelah Tim gabungan dari kepolisian dan TNI berhasil menyita sekitar 6 ton minyak solar saat menggerebek gudang minyak ilegal di RT 21 Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi, Rabu (3/11). Di gudang minyak tersebut, tim gabungan menemukan satu mobil tangki BBM milik perusahaan dan dua truk yang telah dimodifikasi untuk mengangkut minyak ilegal. Masing masing truk berisi minyak solar diduga oplosan.

Dugaan minyak yang ditemukan itu hasil oplosan diungkapkan Kepala Biro Operasi Polda Jambi Kombes Pol Feri Handoko yang memimpin operasi penggerebekan. "Di sini (gudang) ada aktivitas pengisian bahan bakar yang kita duga bahan bakar yang dioplos atau dicampur, kemudian akan didistribusikan ke tempat lain,"ungkapnya.

Di lokasi juga ditemukan ada banyak tedmon, yang sebagian berisikan minyak. Namun sayangnya tidak ada pelaku yang berhasil diamankan. "Saat kita sampai memang ada aktivitas, namun pekerja berhasil melarikan diri. Hanya motor bernopol BH 4017 MX yang ditinggal oleh pemilik yang diduga sebagai pekerja gudang ini," katanya.

Menurut Feri, barang bukti minyak yang berhasil diamankan sebanyak kurang lebih 6 ton solar. "Ini ada dua truk, semuanya masih setengah minyaknya diperkirakan barang bukti sebanyak 6 ton minyak jenis solar," katanya.

Feri menegaskan, Polda Jambi akan terus menertibkan aktivitas yang diduga Ilegal, ataupun pendistribusian minyak yang tidak sesuai peraturan. Saat ini pihaknya masih menyelidiki pemilik gudang. "Untuk pemilik gudang sendiri sedang dilakukan identifikasi. Tapi kita sudah megang data tersebut nanti mungkin Krimsus yang bisa menjelaskan," pungkasnya.

Sebenarnya dugaan banyak beredar minyak oplosan sudah mencuat sejak maraknya aktivitas pengeboran sumur minyak illegal di Jambi. Terutama di wilayah Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari. Modusnya, minyak hasil illegal drilling yang diolah secara tradisional tersebut dicampur dengan minyak asli dari Pertamina. 

Hanya saja selama ini, aksi illegal tersebut tidak pernah terungkap. Meski sejulah gudang minyak illegal banyak yang digerebek dan terbakar, namun bagaimana pengusutannya tidak jelas kelanjutannya. Biasanya yang diamankan atau diproses hanya para pekerja. Sementara pemilik atau pemodal tidak pernah terungkap.

‘’ Biasa lah, bisnis minyak ini kan melibatkan banyak pihak. Jadi memang susah untuk diusut hingga tuntas. Boleh lah cek, selama ini tidak pernah pemain besar yang diproses. Kalaupun ada yang ditangkap, itu hanya kelas pekerja atau kuli,’’ kata sumber Jambione yang pernah terlibat dalam bisnis minyak ilegal.  (ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...