Perlu Merubah Budaya Perilaku Hadapi Era Baru 5.0

Jumat, 12 November 2021 | 17:48:21 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI- Merubah kultur atau budaya berperilaku di era paskapandemi covid-19 tidak bisa ditawar lagi. Budaya berpikir dan bekerja adalah 2 yang penting mengikuti era ini.

"Kita harus lebih melek digital. Memang sulit, tapi yakinlah itu akan banyak membantu dalam keseharian kita,"kata Rektor Unja, Prof H Sutrisno.

Ditemui usai membuka Jambi Economics, Business & Accounting Sustainable on New Normal Era & Society 5.0, Prof Sutrisno, menandaskan bahwa merubah itu sulit. Dia mengisahkan merubah kultur pembelajaran di Unja pun tidak serta merta jadi.

"Ini tidak bisa kita hindari atau mundur ke era sebelumnya. Pun menyambut era baru 5.0, dibutuhkan inisiatif, kreasi dan tanggung jawab dalam semua hal,"bebernya di Swiss-Belhotel Jambi Jumat (12/11) pagi.

Menghadirkan pembicara nasional dan internasional, Unja menggelar acara ini secara hybrid. Ini, sebutnya, juga sebagai bentuk perubahan budaya berperilaku di era baru paskapandemi.

Unja, lanjutnya, sebagai insan akademis di lingkungan masyarakat punya tanggung jawab besar untuk menjadi jembatan atas perubahan budaya itu. Salah satu caranya yakni dengan menggelar forum-forum ilmiah seperti ini.

"Para akademisi, dosen hingga mahasiswa di Unja kami libatkan dalam transfer budaya ini. Advokasi rutin kami berikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu contohnya bidang akunting,"bebernya.

Tidak semua pelaku usaha, petani, pekebun hingga petani dan pedagang kaki lima mengerti akuntansi. "Padahal itu penting untuk kelangsungan profesi dan usaha mereka. Melalui forum-forum ilmiah seperti inilah Unja selalu mentransfer ilmunya,"urainya.

Bahkan melalui berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, Unja selalu memberikan dampingan dan advokasi. "Salah satu contoh adalah desa binaan yang kini tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi,"tambahnya.

Jadi, simpul Rektor, perubahan perilaku dan budaya memang harus dilakukan secara holistik tanpa meninggalkan kearifan lokal. Dan ini juga yang terus dilakukan dan dikembangkan Unja untuk Provinsi Jambi. (tya)






BERITA BERIKUTNYA
loading...