16 Nama Bersaing Rebut Posisi 4 Besar, Dua Diantaranya Pasangan Suami -Istri

Seleksi Komisaris Bank Jambi Harus Bebas Intervensi

Senin, 22 November 2021 | 08:23:25 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- 16 peserta bersaing merebut posisi Komosaris independen Bank Jambi. Mereka dinyatakan lulus verifikasi administrasi/dokumen setelah mengikuti proses rektutmen yang dimulai pada 19-25 Oktober 2021 lalu. Ke 16 peserta tersebut yakni Ahmad Nazori, Ahmad Ichwan, Agus Pringadi, Ansorulloh, As’ad Isma, Camelia Puji Astuti, Fitrianty, dan Hasjim Asari.  

Berikutnya, Joni Arminal,  M Jani, Muchamad Ilham Nugraha,  Muhamad Safri, Rachmi, Rahayu, Zam Zami, dan Zulyani M Jazid. Selanjutnya, ke 16 peserta yang lulus verifikasi dokumen akan mengikuti kegiatan Asesmen secara offline (tatap muka, red) pada 24-25 November 2021 di Jakarta.

"Di Jakarta peserta akan mengikuti tes yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Ada dua tes yang harus dilalui peserta, tes umum dan tes perbankan. Di mana seluruh tes dilaksanakan oleh lembaga independen. Kita KRN hanya seleksi dokumen. Lembaga yang menyelenggarakan Asesmen adalah LPPI untuk tes umum dan Pratama Consulting untuk tes perbankan," kata Dra Emilia ME, Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN).

Emilia yang juga Komisaris Utama Bank Jambi ini mengatakan, dari hasil LPPI tersebut calon yang lolos akan disampaikan kepada RUPS dan diputuskan selanjutnya untuk kembali mengikuti fit and proper tes yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. "Kita lihat hasil dari 16 calon ini, jika semuanya lulus maka semua calon kita bahas dalam RUPS. Namun, dari 16 itu tentunya akan ada peringat 4 besar. 4 Besar inilah akan kembali diuji di OJK RI," jelasnya.

Menurut Emilia, calon yang mengikuti tes di OJK harus memiliki syarat khusus sesuai aturan OJK. Diantaranya syarat integritas, syarat kompetensi, serta penilaian kemampuan dan kepatutan. "Di OJK itu akan dilakukan dulu namanya fit dan proper test. Kalau sekarang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan. Berdasarkan penilaian OJK mulai dari reputasi keuangannya, tidak ada kredit macet, akan diumumkan peringkat tertinggi. Dari peringkat tertinggi itulah, didapat 3 calon komisaris disampaikan pada RUPS untuk menentukan 2 komisaris independen,"urainya.

Di bagian lain banyak yang menilai seleksi komisaris Indepenen Bank Jambi hanya formalitas saja. Sementara yang bakal duduk sudah namanya sudah ada. Selama ini, Komisaris  Independen  juga menjadi representative penguasa dalam hal ini Gubernur. Bahkan yang lebuh radikal lagi ada yang menilai posisi komisaris hanya untuk bagi bagi posisi sebagai balas budi penguasa.          

16 nama peserta yang lolos verifikasi berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang dari kalangan kampus, politisi dan akademisi. Bahkan dua diantaranya merupakan pasangan suami istri. Yakni Hasjim Asari dan Camelia Puji Astuti. DItanya soal ini, Emilia menegaskan, ketika suami istri dinyatakan lulus, maka satu diantaranya harus mengundurkan diri. "Harus ada yang mundur satu,"ujarnya.

Sementara itu, Akademisi dari STIE Jambi Noviardi Ferzi mengatakan seleksi Komisaris Independen Bank 9 Jambi harus transparan, profesional dan bebas intervensi. " Idealnya Komisaris Independen memiliki independensi dan kompetensi yang mendukung tantangan Bank 9 Jambi ke depan. Bukan hanya sekedar pelengkap dan bagian dari keinginan untuk berbagi kekuasaan. Karena bank punya masyarakat Jambi, kita butuh mereka sosok link and match dengan kebutuhan perbankan, yang memahami persoalan, bukan kekuatan yang justru memiliki potensi mengintervensi dengan kepentingan tertentu,"katanta.

Menurut dia, Komisaris independen punya peran penting. Salah satunya ‘mengerem’ intervensi Pemegang Saham Pengendali (PSP) terhadap direksi dan komisaris ketika menjalankan roda perusahaan. Praktiknya, komisaris independen dapat menetralisir perintah-perintah PSP yang terkadang mendadak dan tidak sejalan dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan.

 “Kalau tidak sesuai core bussiness dan itu akan membebani perusahaan semestinya komisaris independen harus bersuara,” katanya dosen ekonomi yang banyak menulis  maslah ekonomi dan sosial ini.

Menurut Noviardi, penunjukkan komisaris independen di suatu perusahaan memang ditentukan oleh mayoritas pemegang saham. Namun, alasan itu bukan berarti komisaris independen manut atau mengikuti dengan seluruh kebijakan yang disampaikan oleh PSP. Sebaliknya, komisaris independen harus bisa menjadi penengah diantara PSP dan jajaran direksi serta komisaris. Terutama ketika ada perintah tertentu yang tidak sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG). 

‘’Patut diketahui, Pasal 120 ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengatur komisaris independen sebagai komisaris dari pihak luar yang tidak terafilisasi dengan pemegang saham utama, anggota direksi, dan anggota dewan komisaris lain. Dalam ketentuan lain, yakni POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, diatur sejumlah syarat untuk menjadi komisaris independen,’’ jelasnya.

Sejumlah persyaratan yang dimaksud antara lain mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik, cakap melakukan perbuatan hukum, memiliki pengetahuan di bidang yang dibutuhkan emiten atau perusahaan publik. Kemudian syarat lainnya diantaranya, tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada emiten atau perusahaan publik, tidak mempunyai hubungan usaha dengan emiten atau perusahaan publik, serta memiliki komitmen mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dia menilai, nama-nama calon komisaris Independent PT Bank 9 Jambi yang lolos dalam seleksi administrasi sudah melalui tahapan profesional sesuai standar prosedur berlaku, merujuk pada ketentuan-ketentuan persyaratan yang telah ditetapkan. Hal ini penting, karena perkembangan perbankan yang semakin pesat saat ini menimbulkan persaingan Bank yang semakin ketat. Persaingan ini mengakibatkan pasar perbankan semakin dinamis sehingga menuntut Bank untuk berusaha lebih efektif dan efisien.

Penerapan Tata Kelola di seluruh organ Bank akan menciptakan pondasi yang kuat dan stabil bagi Bank dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat, melindungi kepentingan Stakeholders dan menjaga kepatuhan terhadap hukum serta peraturan dengan nilai-nilai yang berlaku umum dalam industri perbankan. Penerapan Tata Kelola (Good Corporate Governance) merupakan serangkaian mekanisme yang merefleksikan suatu struktur pengelolaan perusahaan yang menetapkan distribusi hak dan tanggung jawab diantara partisipan di dalam perusahaan.

Dewan Komisaris, Direksi dan segenap Pekerja Bank terus berkomitmen untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya penerapan Tata Kelola yang baik, antara lain diwujudkan dalam bentuk pengelolaan yang baik terhadap aktifitas kerja, kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan komitmen integritas serta kepatuhan terhadap segala ketentuan.

Komisaris independen diangkat berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) dari pihak yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lainnya.

Lebih mudahnya Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang tidak terafiliasi dengan Direksi, anggota Dewan Komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. 

‘’ Kita berharap keberdaaaan komisaris independen akan mendorong dan menciptakan iklim yang lebih independen, obyektif dan meningkatkan kesetaraan (fairness) sebagai salah satu prinsip utama dalam memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas dan pemangku kepentingan lainnya,’’ pungkasnya. (bin/ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...