Tahun Depan Alokasi Anggaran Belanja Tidak Terduga hingga Rp10 Miliar untuk Penanganan COVID-19

Anggaran Covid-19 Hanya Terserap 30 Persen

Rabu, 24 November 2021 | 06:35:20 WIB

Sekda Kota Jambi, Budidaya
Sekda Kota Jambi, Budidaya (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Sehubungan dengan Surat Edaran Nomor SE-2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan (Refocusing) Anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa TA 2021 ditetapkan paling sedikit sebesar 8 persen dari alokasi DAU TA 2021 atau sesuai dengan kebutuhan daerah dengan memperhatikan tingkat kasus COVID-19 yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 

Kota Jambi sendiri diketahui melalukan refocusing dengan total Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp675, 3 miliar. Sehingga kewajiban 8 persen adalah sebesar Rp54 miliar. 

Dari jumlah itu, realisasi penggunaan hingga November ini baru sekitar 30 persen. Hal itu dituturkan oleh Sekda Kota Jambi, Budidaya. 

Dia menambahkan, serapan anggaran yang kecil bisa dianalogikan bahwa kasus Covid-19 di Kota Jambi tak terlalu besar atau meledak. Sehingga itu merupakan keberhasilan Pemkot Jambi dalam penanganan Covid-19. 

"Sisa anggaran itu bakal Silpa," kata Budidaya.

Sementara untuk tahun depan, Pemerintah Kota Jambi menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dan pencegahan penularan COVID-19. Sejauh ini, anggaran BTT yang telah dialokasikan sebesar Rp10 miliar. 

Senada, Kepala Bappeda Kota Jambi, Suhendri mengatakan bahwa APBD-2022 merupakan upaya lanjutan yang tetap di fokuskan pada penanganan Covid-19. Sesuai arahan dari pemerintah pusat. 

"Kita harus tetap melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Artinya bahwa bidang kesehatan mendapat alokasi anggaran yang cukup, untuk melakukan pendelegasian tugas pemerintah dalam hal penanganan masalah kesehatan di Kota Jambi," jelasnya.

Selain itu juga, APBD-2022 diarahkan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Seperti di sektor pariwisata dan infrastruktur. 

"Tema pembangunan tahun depan adalah Peningkatan Daya Saing Pariwisata dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Daerah," ujarnya.

Bahkan, rencananya tahun depan bakal digelontorkan dana sebesar Rp8,8 miliar untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...