Bekukan Saja KONI

Rabu, 24 November 2021 | 06:36:38 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-KONI Provinsi Jambi dibekukan saja. “Bekukan saja atau kalau istilah kuliahnya cuti atau stop out,”kata engamat olahraga Jambi, Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO. Hal itu dikatakannya karena melihat dana yang ada sekarang untuk induk organisasi prestasi Provinsi Jambi itu hanya Rp2,9 miliar untuk tahun 2022.

Dia menegaskan bahwa KONI tidak bisa berbuat banyak dengan dana Rp2,9 miliar. Belum lagi dana itu harus dipotong Rp450 juta untuk pelaksanaan turnamen sepak bola Gubernur Cup. Dana Rp2,5 miliar hanya habis untuk biaya rutin karyawan. “Jadi, ya itu tadi, bubarkan saja KONI. Dana yang ada untuk operasional kantor KONI dan kalau ada sisa bagikan ke cabang-cabang olahraga,”tandasnya lagi.

Mantan sprinter nasional asal Medan yang kini menjadi dosen Unja ini juga menyoroti perda olahraga yang baru disahkan. Sempat terlibat dalam proses penyusunannya, ia menegaskan tidak ada sama sekali kata-kata yang menegaskan bahwa pemerintah harus mengalokasikan dana untuk olahraga.

“Waktu itu saya mengusulkan minimal 0,5 persen APBD untuk pembinaan olahraga prestasi. Tapi sampai akhirnya disahkan itu tidak ada,”katanya.

Padahal, imbuhnya, prestasi olahraga itu berbanding lurus dengan pendanaan. Jadi kalau dana tahun 2022 hanya Rp2,9 miliar yang notabene hanya habis untuk biaya rutin karyawan KONI dan pembayaran air serta listrik, ya jangan berharap ada prestasi lahir di tahun 2022.

Sukendro menegaskan bahwa perda keolahragaan Jambi ini “banci”. “Tidak tegas membunyikan alokasi dana untuk olahraga. Hanya dibunyikan akan dianggarkan sesuai kemampuan pemerintah daerah,”katanya bernada kecewa saat dihubungi Minggu (21/11/2021).

Padahal, lanjutnya, jika dibunyikan misalnya 0,5 persen saja dari total APBD Jambi yang Rp4 triliun itu, KONI akan mendapat jatah sekitar Rp20-an miliar. “Dana segitu saya rasa masih cukup untuk lingkup Provinsi Jambi,”tuturnya.

Dia pun mencontohkan alokasi anggaran di level Negara saja hanya 0,005 persen dari total APBN. “Jakarta setahun sudah mencapai Rp750 juta. Dan banyak daerah lain yang sudah memulai program pelatda jangka panjangnya Januari 2022 nanti. “Jambi....? Tutup dan bubarkan saja KONI kalau hanya diberi dana segitu,”tukasnya.

Kini para atlet pun harus bersiap untuk hidup prihatin. Sebab kecil kemungkinan mereka yang telah berjuang mengibarkan bendera Jambi di nasional tidak akan menerima insentif. Sebab anggaran KONI tidak cukup. “Entah kalau dimasukkan dalam anggaran Diskepora, ya,”tambahnya.

Selain itu, peluang atlet berpestasi loncat ke daerah lain juga sangat besar. “Tentu para atlet yang punya prestasi akan berpikir ulang jika kondisi rumahnya tidak mampu mendukungnya memberikan prestasi lebih. Mereka pasti akan mencari daerah atau “rumah” yang lebih nyaman dan menjamin untuk hidup mereka,”bebernya. (jpc)






BERITA BERIKUTNYA
loading...