Kejari Cetak Hattrick, Tiga Kali Praperadilan yang Diajukan KPU Tanjabtim Ditolak Hakim

Kajari Ancam Pihak yang Lindungi Nurkholis

Rabu, 24 November 2021 | 06:44:08 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARASABAK -  Pupus sudah upaya perlawanan hukum yang dilakukan KPU Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjabtim, yang sedang menangani kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2020. Tiga kali praperadilan yang diajukan lembaga penyelenggara pemilu itu kandas. Semuanya ditolak oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjabtim. 

Dengan kata lain, Kejari cetak kemenangan hattrick pada Sidang Praperadilan versus KPU Tanjabtim. Praperadilan pertama yang digelar akhir Oktober lalu,  Pengadilan Negeri Tanjabtim memutuskan tidak dapat menerima gugatan KPU. Alasan utamanya karena yang mengajukan praperadilan saat itu, adalah Sumardi selaku Sekretaris KPU Tanjabtim yang juga berstatus tersangka pada kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2020.

Selanjutnya, KPU kembali mengajukan dua berkara praperadilan berbeda. Pertama terkait prosedur penyidikan, penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan Kejari. Sedangkan perkara praperadilan yang kedua, berkaitan dengan penetapan tersangka. Dua gugatan itu diajukan oleh Ketua KPU Nurkholis, sesuai dengan permintaan hakim pada sidan praperadilan pertama.

Namun, lagi lagi sidang Praperadilan jilid 2 yang terdiri dari dua perkara tersebut kembali tidak dapat diterima hakim. Pasalnya, selama proses sidang praperadilan berjalan, Nurkholis selaku pengugat tidak dapat dihadirkan dalam persidangan.

"Tidak diterimanya dua perkara praperadilan yang diajukan KPU, alasan utamanya karena ketidakhadiran prinsipal (Nurkhlis). Ini juga dibuktikan dengan pihak Kejaksaan, yang telah menetapkan yang bersangkutan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Adji Prakoso, Jubir Pengadilan Negeri Tanjabtim.

Mengenai putusan tidak diterima atau lebih dikenal dengan istilah NO, Adji Prakoso mengakui masih adanya celah bagi pihak KPU untuk kembali mengajukan Praperadilan. "Kalau mau mengajukan praperadilan lagi sah-sah saja. Itu hak mereka, selama berkas belum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor," jelas Adji Prakoso, yang juga sebagai hakim tunggal sidang praperadilan.

Menanggapi putusan hakim tersebut, kuasa hukum KPU Tanjabtim Tengku Ardiansyah menyatakan akan berkoordinasi dengan kliennya terlebih dulu untuk menentukan langkah selanjutnya. "Kita akan koordinasi dulu dengan klien, apa langkah hukum selanjutnya," katanya.

Sementara itu, Kajari Tanjabtim Rachmad Surya Lubis menghimbau Ketua KPU Nurkholis dapat segera menyerahkan diri. Bahkan Kejari juga mengultimatum bagi pihak yang melindingi, sengaja menghambat atau menghalang-halangi penyidikan. "Tunggu tanggal mainnya. Bagi pihak yang sengaja menghambat atau menghalangi penyidikan," tegasnya.

Rachmad Surya Lubis mengatakan pihaknya sudah menerima informasi adanya pihak yang menyuruh Nurkholis tidak hadir saat pemanggilan di Kejaksaan. Bahkan pihak ini juga menyuruh yang bersangkutan bersembunyi atau menyembunyikan. "Dia (Nurkhlosis) masih ada di Jambi. Hanya saja ada yang menyuruhnya bersembunyi. Kepada pihak yang menghalangi penyidikan ini, tunggu tanggal mainnya," ucapnya.

Disinggung soal pelimpahan berkas, Rachmad menargetkan berkas kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2020 ini akan dilimpahkan pada Desember mendatang. "Targetnya Desember nanti, doakan saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kejari Tanjabtim menetapkan empat pejabat KPU Tanjabtim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada serentak 2020. Keempat tersangka yakni Ketua KPU Tanjab Timur Nurkholis, Sekretris KPU Sumardi, Bendahara KPU Hasbullah dan  Mardiana selaku Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).

Ketua KPU ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 2 November. Sementara tiga lainnya ditetapkan sebagai terangka tanggal 8 November. Dua tersangka insial Sumardi dan Hasbullah sudah ditahan. Keduanya ditangkap di kantornya (KPU) pada Rabu, 101 November lalu. 

Satu tersangka lagi, Mardiana menyerahkan diri sehari kemudian, Kamis (11/11). Namun yang bersangkutan belum ditahan. Sementara Ketua KPU Nurkholis sempat dijemput tim Kejari dibantu pihak kepolisian di rumahnya, di Kota Jambi. Namun, rumah dalam kondisi kosong. Hingga kemarin, Nurkholis masih jadi buronan. Dia resmi dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) pada Jumat, 12 November lalu.(zal)






BERITA BERIKUTNYA
loading...