Kajari Tebo : Dari Kerangka Tersangka Lebih dari Satu

Kamis, 25 November 2021 | 09:00:35 WIB

(Zainur/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, TEBO- Soal kerugian negara atas kurangnya volume pada perawatan jalan Padang Lamo,  Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo terus memeriksa saksi-saksi guna melengkapi berkas. Rabu (24/11/2021), 2 orang diperiksa.

Dua orang yang dimintai keterangan ini adalah konsultan pengawas pada pengerjaan tahun 2020, dan  Kamis (25/11/2020) 3 orang akan kembali diminati keterangan yang merupakan pertugas dari BPHP.

"Dari 8 yang diminati keterangan pekan ini, dan sisanya berlanjut besok,”katanya. 

Dari pemeriksaan yang terus dilakukan ini, Imran berharap pekan kedua Desember mendatang Kejari Tebo selesai pemberkasan. Target ini nantinya bisa membantu BPKP dalam perhitungan kerugian negara.

lanjut Imran, dalam pengumpulan berkas pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan penyusunan kerangka penyelidikan. Menurutnya, ini dilakukan untuk melihat sejauh mana keterlibatan seseorang dalam merugikan negara.

"kami sangat berhati-hati dalam pengumpulan data,”ungkapnya.

Diakuinya, dari tim yang bekerja juga sudah mulai membentuk klaster-klaster. Siapa yang paling bertanggung jawab dalam permasalahan ini. Namun, penetapan tersangka memang belum dilakukan. Kata Imran, permasalahan ini masih dalam Sprindik umum.

"Kalau melihat konstruksi tersangka akan lebih dari satu,”katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya,kasus yang ditangani Kejari Tebo, merugikan negara lebih dari Rp. 40 M yang dilakukan pada tahun 2018 ada satu proyek dengan nilai pagu Rp. 26 M. Kemudian tahun anggaran 2019, nilai pagu Rp 7,6 M. Dan untuk tahun 2020 ada di pengerjaan dengan nilai Rp.4 M dan Rp.18 M. (uri)






BERITA BERIKUTNYA
loading...