Bulian-Tembesi Macet, KM 13 Arah Jambi- Tempino Banjir

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:01:28 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Provinsi Jambi krisis jalan? Bisa iya bisa tidak. Yang jelas sejak Minggu (9/1) malam hingga Senin (10/1) siang, arus lalulintas dari Jambi menuju Sarolangun dan Bungo, atau sebaliknya terjadi kemacetan luar biasa. Pusat kemacetan terjadi di raus jalan Muara Bulian- Tembesi. 

Ratusan kendaraan—bahkan mungkin ribuan—terjebak macet. Antara Muara Bulian- Muara Tembesi. Penyebabnya, truk batu bara dan kendaraan lain saling desak untuk mendahului. Sebagian jalan diisi dengan lima baris kendaraan. Akibatnya antrean kendaraan dari dua arah ini mengular hingga belasan kilometer.

“Penyebab kemacetan ini karena banyak mobil pribadi yang saling mendahului angkutan batu bara supaya cepat sampai ke tujuan. Peristiwa ini sudah terjadi dari pukul 03.00 Wib hingga pukul 09.00 Wib. Dimulai dari simpang tiga Tembesi sampai simpang Sridadi,” kata Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Batanghari, Ipda Erwin Simatupang.

Menurut dia, di simpang tiga Tembesi merupakan pertemuan arus kendaraan dari tiga  kabupaten, yakni Bungo, Tebo dan Sarolangun. Sehingga dari Muara Tembesi menuju Muara Bulian membutuhkan waktu 2-3 jam yang biasa normal jarak tempuhnya hanya 30 menit.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pihak Polres Batanghari bersama Dinas Perhubungan Batanghari. Seperti rekayasa jalan dari Simpang BBC menuju Bajubang – Tempino, hanya boleh dilalui oleh kendaraan Batu Bara dari jam 18:00 hingga pukul 21:00 Wib. Kemudian, Jalan Muara Bulian dari pukul 21:00 hingga pukul 06:00 pagi.

Namun karena ulah oknum sopir batu bara yang ngeyel membuat jalan menjadi macet. Mereka saling mendahului sehingga jalur kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh truk batu bara.

Akibat kemacetan tersebut, banyak warga yang terhalang untuk melakukan aktivitas.

Oki, salah seorang mengendara mengatakan, dia berangkat dari Kota Jambi tujuan Muara Bungo pukul 20.00 Wib. Tiba di Muara Bulian dia terjebak macet. Dan baru sampai di Kota Bungo pukul 11.30 WIB. ‘’ Akibat macet tersebut, perjalana Jambi -Bungo jadi 15 jam,’’ katanya.

Selain waktu tempuh yang jadi lama, kemacetan parah tersebut juga berimbas kepada warga sekitar. Banyak pelajar dan pegawai yang terlambat ke sekolah dan ke kantor. Bahkan, ada siswa yang batal ke sekolah karena tidak bisa lewat. Begitu juga pegawai (PNS) yang terlambat absen karena terjebak macet.

Warga minta pemerintah mencaroi solusi kongret untuk mengatasi kemacetan ini. Sebab kondisi seperti ini sudah sering terjadi di ruas jalan tersebut. Jika terus menerus terjadi hal seperti ini, maka kerugian masyarakat semakin banyak. "Pemangku kebijakan di Jambi harus segera mencari solusi untuk mengatasi antrean truk batu bara ini. Ini sudah sangat menggangu sekali," kata warga.

Di bagian lain, hujan deras yang terjadi pada Senin (10/1) siang hingga sore menyebabkan ruas jalan Jambi-Palembang, tepatnya di KM 13 Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi terendan banjir. Ketinggian air yang mencapai paha orang dewasa tersebut menyebabkan kendaraan tidak berani lewat. Kemaceatan dan antrean kendaraan pun terjadi.

Salah seorang warga KM 13, Kliwon mengatakan, beberapa kendaraan yang kolongnya cukup tinggi ada yang nekat menerobos banjir. " Ada mobil dan pengendara motor yang nekat menerobos. Sebagian ada yang berhasil, dan ada juga yang mogok," katanya.

Menurut Kliwon, tiap kali hujan dengan intensitas tinggi, ruas jalan di daerah tersebut selalu terendam banjir.  Dia menduga, banjir terjadi karena saluran air di daerah tersebut mampet. ‘’ Lokasinya memang di jalan menurun. Mungkin salurannya tidak bagis, sehingga air dari atas tidak bisa mengalir sehingga merendam bagian jalan di cekungan tersebut,’’ katanya.

Selain jalan, banjir juga merendam beberapa rumah warga di kawasan tersebut. " Ada sekitar ada tiga rumah yang di bawah itu juga terendam. Air masuk ke rumah,’’pungkasnya. (bam/ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...