Anak Alex Noerdin Dicecar Penyidik Terkait Bukti Uang Tunai Rp 1,5 M

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:04:33 WIB

()

JAMBIONE.COM – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Bupati nonaktif Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin dalam kapasitasnya sebagai tersangka, Senin (10/1) kemarin. Anak dari mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ini dicecar penyidik KPK terkait barang bukti uang senilai Rp 1,5 miliar.

“Senin (10/1) Tim Penyidik telah memeriksa tersangka DRA dengan statusnya sebagai tersangka dan dilakukan pendalaman keterangan antara lain terkait dengan uang tunai sejumlah Rp1,5 miliar yang diduga dibawa oleh tersangka saat dilakukan tangkap tangan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/1).

Keterangan Dodi dianggal penting untuk menambah titik terang perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin. Penyidik juga mendalami terkait asal usul uang Rp 1,5 miliar tersebut.

“Dikonfirmasi juga mengenai asal usul uang tersebut,” tegas Ali.

Sebab dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada Jumat, 15 Oktober 2021 lalu, Dodi Reza yang diamankan pada salah satu hotel di Jakarta tengah membawa uang Rp 1,5 miliar. KPK mencurigai uang miliaran rupiah yang dibawa Dodi tersebut.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto memastikan akan mendalami temuan barang bukti uang Rp 1,5 miliar saat tangkap tangan Dodi Reza Alex Noerdin. Uang miliaran rupiah tersebut dibawa ajudan Dodi dan tersimpan rapi di dalam tas berwarna merah.

KPK juga akan mendalami peruntukan uang senilai Rp 1,5 miliar tersebut. Karena itu, tim penyidik KPK sedang mengumpulkan bukti perihal maksud uang miliaran rupiah itu.

“Maksud dan tujuan uang itu dibawa untuk apa keperluannya, atau kepentingannya, dari situ nanti mudah-mudahan kita bisa mendapatkan bukti dari beberapa yang tadi saya sampaikan,” ujar Setyo beberapa waktu lalu.

Selain mengamankan uang senilai Rp 1,5 miliar, KPK juga turut uang sejumlah Rp 270 juta dengan dibungkus kantung plastik saat melakukan OTT di Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam operasi senyap itu, KPK mengamankan uang seluruhnya 1,77 miliar.

Selain Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin yang menyandang tersangka KPK, tiga pihak lainnya juga terjerat perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021. Mereka di antaranya Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori; Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Sebagai penerima suap, Dodi, Herman dan Eddi disangkakan melanggar melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi, Suhandy disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(*)

Sumber: JawaPos.com





BERITA BERIKUTNYA
loading...