2,1 Juta Warga Jambi Sudah Divaksin Dosis Pertama, Dosis kedua Belum Capai Target Herd Immunity

Vaksinasi Rendah, Kerinci Jadi Pehatian Serius

Kamis, 13 Januari 2022 | 09:30:54 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI- Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tanggal 12 Januari 2022, pukul 18.00 WIB, capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jambi, dosis pertama  sudah atau 78,62 persen atau 2.100.906 orang, dari target vaksinasi 2.686.193 orang. Sedangkan dosis kedua  1.533.910 orang atau 57 persen.  

Dosis kedua ini belum memenuhi target herd immunity (kekebalan berkelompok). Untuk memenuhi target tersebut, Pemprov Jambi terus berupaya semaksimal mungkin karena sangat berkaitan dengan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Daerah, serta merupakan wujud bakti kita untuk negeri.

Berdasarkan kelompok sasaran, kelompok SDM kesehatan dengan target 23,71 ribu peserta. Pada dosis 1, sudah dilakukan vaksinasi sebanyak 23,71 ribu jiwa (125,19 persen target) dan untuk vaksinasi dosis 2 telah tercapai 119,62 persen atau 17,5 ribu jiwa.

Vaksinasi ke petugas publik dengan target 236,61 ribu jiwa. Vaksinasi dosis 1 dilaporkan telah mencapai 368,08 ribu jiwa (155,56 persen target) dan dosis 2 dengan capaian 137,54 persen atau berhasil tersalurkan sebanyak 325,43 ribu jiwa.

Kemudian vaksinasi ke lansia menarget sebanyak 222,25 ribu jiwa. Untuk dosis 1, telah diberikan kepada 135,28 ribu jiwa (60,87 persen target). Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 41,77 persen atau 92,84 ribu jiwa.

Kemudian, vaksinasi ke masyarakat umum yang rentan ditargetkan sebanyak 1,84 juta jiwa. Pada dosis 1, vaksinasi dilaporkan telah diberikan sebanyak 1,23 juta jiwa (66,96 persen target). Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 45,14 persen atau 826,66 ribu jiwa.

Sasaran lainnya, untuk kelompok remaja mulai dari usia 12-17 tahun. Di wilayah ini target yang ditetapkan sebanyak 364,23 ribu jiwa. Untuk vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 309,2 ribu jiwa (84,89 persen target). Adapun dosis 2 baru tercapai 63,41 persen atau tersalurkan kepada 230,97 ribu jiwa

Yang  menjadi persoalan saat ini adalah masih ada beberapa kabupaten yang tingkat vaksinasi cukup rendah. Yakni kabupaten Kerinci, Batanghari dan Muarojambi. Berdasarkan data Kemenkes, 10 Januari 2022, ketiganya baru menyelesaikan 482,9 ribu dosis vaksin 1 dari target yang diharapkan sebanyak 727,34 ribu peserta vaksin.

 Kabupaten Kerinci di urutan pertama paling rendah. Sampai dengan kemarin, wilayah ini telah menyelesaikan lebih dari setengah target vaksinasi mencapai 58 persen. Angka ini menjadi yang terendah dibandingkan 11 kabupaten/kota lainnya. Program vaksinasi di kabupaten ini rencananya dengan sasaran sebanyak 195,78 ribu peserta. Di wilayah ini, rerata vaksinasi minggu lalu tercatat 1.449 peserta. Sedangkan untuk stok yang tersedia berjumlah 3.702 dosis vaksin.

Kemudian, Batanghari masuk nomor dua terendah. Dengan sasaran vaksin sebanyak 229,54 ribu peserta, vaksinasi di wilayah ini telah mencapai 66,5 persen atau 152,75 ribu peserta. Berikutnya, Kabupaten Muarojambi di urutan ketiga, dengan sasaran vaksin sebanyak 302,02 ribu peserta, vaksinasi di wilayah ini telah mencapai 71,7 persen atau 216,51 ribu peserta. Di wilayah ini, rerata vaksinasi minggu lalu tercatat 874 peserta. Sedangkan untuk stok yang tersedia berjumlah 2.236 dosis vaksin.

Rendahnya capaian vaksinasi di Kerinci menjadi perhatian serius Gubernur Jambi. Bahkan kabarnya, pada Jumat besok Gubernur bersama kapolda dan Danrem akan turun ke Kerinci untuk menggencot percepatan vaksinasi di wilayah paling barat Provinsi jambi tersebut.

Pemkap Kerinci sendiri terus berupaya  mengejar target. Saat ini Pemerintah desa diminta mengumpulkan 20 warga setiap harinya untuk divaksinasi. Langkah ini dilakukan setelah Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengumpulkan kepala Desa se kabupaten Kerinci beberapa waktu lalu.

" Saat ini kami minta kades menyiapkan nama yang akan dilakukan vaksinasi. Setiap desa harus disiapkan 20 orang per hari,"kata salah seorang perangkat desa di Kerinci. Dia mengaku selalu menyampaikan kepada masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Namun kesedaraan masyarakat masih rendah.

"Vaksin itu kan untuk menjaga imunitas kita. Sudah sering kami sampaikan. Mudah-mudahan dengan ada keikutsertaan TNI dan POLRI dalam mengajak vaksin ini bisa meningkat target vaksin di Kerinci,"katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kerinci, Hermendizal, membenarkan masih rendahnya capaian vaksinasi di Kerinci. "Ya, tapi setelah dikumpulkan Kapolda Jambi kemarin, kepala desa diminta membantu, target vaksinasi sudah ada peningkatan,"katanya.

Sedangkan untuk data pasti keseluruhan, Kata Hermendizal, pihaknya belum merekap, karena ada beberapa sumber data vaksinasi ada dari Dinas Kesehatan, TNI dan POLRI. "Kalau dari Dinas Kesehatan, rata-rata setiap hari di atas 2.000. Sedangkan untuk hari ini (kemarin) dosis vaksin kita sudah capai 3.000 habis. Tapi kalau dari TNI dan POLRI kami tidak tau,"ucapnya.

Menurut Hermendizal, rendah tingkat vaksinasi di Kerinci, karena masih banyak masyarakat yang enggan divaksin. Kemudian masih ada perangkat desa yang kurang aktif mengajak masyarakat mengikuti vaksin. "Kalau kamikan menyediakan vaksin, sedangkan orangnya seharusnya kepala desa harus aktif bergerak. Tapi, masih ada yang rendah realisasinyanya,"ucapnya.

Menurut dia, ada empat kecamatan yang capaian vaksinasinya masih rendah. Yakni Kecamatan Danau Kerinci Barat, Depati Tujuh, Air Hangat Timur, dan Siulak.

Dari Muarojambi dilaporkan, untuk  mencapai target  percepatan vaksinasi covid-19, Pemkab Muarojambi melalui Dinas Kesehatan menerjunkan 600 Tenaga Kesehatan ke seluruh desa. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Afifudin. “Ada 600 orang Tenaga Kesehatan yang kita miliki akan disebar ke desa desa selama 10 hari kedepan,” katanya.

Menurut dia, setaip desa akan dikirim empat tenaga kesehatan. Mereka menginap selama 10 hari di desa tersebut. “Besok (Kamis hari ini) kita apel pelepasan di lapangan Kantor Bupati. Setelah itu baru mereka berangkat menuju desa yang telah ditunjuk,” jelasnya.

Selama 10 hari kedepan para Nakes akan menginap di desa yang telah ditunjuk dan ditugaskan untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat yang belum di vaksin dengan didampingi oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan juga Satpol PP Muarojambi.

“Jadi tugasnya adalah melakukan vaksinasi ke warga yang belum divaksin di desa itu. Mereka (Nakes) bisa melakukan vaksin dari rumah ke rumah. Baik pagi hari, siang hari maupun malam hari dengan di damping oleh Babinsa, Babhinkamtibmas dan Sat Pol PP sebagai pemberi arahan dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Tugas tersebut akan mereka jalankan selama 10 hari kedepan,” pungkasnya.(ist/sau/ari)






BERITA BERIKUTNYA
loading...