Warga Geram, Sudah Tersangka kasus Asusila Masih Bikin Ulah

Kades Babak Belur Diamuk Massa

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:19:24 WIB

(Saudi Arabia/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, KERINCI - Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila oleh Polres Kerinci, Kades Sangir Tengah, Kecamatan Kayu Aro, Dedi Dores bikin ulah lagi. Akibatnya dia menjadi sasaran kemarahan dan amukan warga. Kamis (13/1), sekira pukul 11.00 Wib sang kades dikeroyok warga hingga babak belur.

Menurut informasi,  emosi warga tak lagi dapat dibendung, karena ulah sang kades selama ini. Mereka menuntut sang kades segera mundur dan ditahan.  "Ya, pak Kades tadi dikeroyok warga. Kondisi beliau mengalami babak belur dan beberapa luka. Kejadiannya sekitar pukul 11.00 siang tadi (kemarin)," ungkap warga setempat.

Warga lainnya menjelaskan, kemarahan warga dipicu oleh ulang kades yang terlebih dulu menyerang warga. Dia menyiram salah seorang warga dengan air panas, sehinga harus dilarikan ke rumah sakit.

"Awalnya kades mengumumkan vaksin. Kemudian, kades masuk ke kantor desa. Di dalam kantor, kades memanaskan air. Kades berteriak di dalam kantor. Kemudian saat salah seorang warga masuk ke kantor, kades malah menyiramnya dengan air panas. Inilah awal pemicunya. Bukan warga yang menyerang, tapi kades yang menyerang warga terlebih dahulu," ungkap warga Sangir Tengah yang meminta namanya tidak disebutkan.

Menurut dia, karena ada warga yang disiram, maka warga yang lain marah. Bahkan kades memutar balik fakta seolah-olah dia yang diserang dan meminta tolong. Ulah sang kades itu membuat situasi menjadi memanas, sehingga sang kades menjadi sasaran amukan warga. Termasuk mobilnya.

"Pekan kemaren masyarakat demo di kantor camat meminta kades mundur. Ketika itu ada kesepakatan, segala urusan warga tidak lagi melalui kades. Namun pagi ini (kemarin) kades masih membuat pengumuman dan masuk ke kantor desa, dan menyerang warga," katanya.

Sementara itu, warga Kayu Aro, Saidi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, kejadian kali ini juga dipicu oleh ulah kades terhadap warga. "Beberapa waktu lalu warga juga sempat demo di kantor Camat. Tapi hingga hari ini tidak ada tindak lanjut mengenai tuntutan warga tersebut dari Kecamatan dan Pemdes," ungkapnya. "Selain Kades, kantor desa dan mobil kades juga rusak dan hancur," sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim, Iptu Edi Mardi, dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, tindak lanjut dari kejadian tersebut, pihak Polres akan mengamankan kades ke Polres Kerinci. "Kita amankan di Polres dulu, untuk dimintai keterangan. Kejadian ini ada miss komunikasi antara warga," katanya.(sau)






BERITA BERIKUTNYA
loading...