Usman Ermulan Jadi Saksi Kasus Jaringan Air Bersih

Selasa, 26 April 2022 | 08:36:28 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI– Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Usman Ermulan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus dugaan korupsi pembangunan jaringan air bersih di Kabupaten Tanjabbar, di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (25/4). Dia diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Fatmayanti, Yalmeswara, David Sihombing, dan Adrianus Utama Suswandi.

Selain Usman, saksi lain yang juga dimintai keterangan dalam sidang kemarin adalah mantan Kepala Dinas PUPR Tanjabbar Andi Akhmad Nuzul, Ria Sukrianto yang saat ini menjabat Sekretaris Dinas PUPR Tanjabbar, dan Nova Sartik. "Sidang hari ini agendanya pemeriksaan saksi. Ada empat saksi yang kita hadirkan," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjabbar Arnol Saputra.

Seperti diketahui, proyek pengadaan air bersih Tanjabbar ini dilaksanakan pada 2014 di Dinas Pekerjaan Umum Tanjab Barat. Uang negara yang digelontorkan pada proyek ini sejumlah Rp 39,5 miliar. Pekerjaan itu dikerjakan oleh PT Multi Karya Interplan Konsultan.

Namun, pengerjaan proyek ini tidak sesuai spesifikasi yang ada dalam kontrak pekerjaan. Kemudian, hasil dari pengerjaan ini tidak dapat dioperasikan. Sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 10 miliar. Sesuai audit BPKP Perwakilan Provinsi Jambi.

Berdasarkan keterangan kuasa hukum Fatmawati, Diro Parno, keempat saksi yang dihadirkan tidak ada yang kenal dengan terdakwa Fatmayanti. " Dalam sidang hari ini, dari beberapa keterangan saksi tidak ada satu pun yang kenal dengan Terdakwa atas nama Fatmayanti. Dalam dakwaan JPU menyatakan terdakwa Fatmayanti adalah Kontraktor dari PT Multi Karya Interplant Konsultan. Dalam sidang terkuak yang berhubungan dengan para saksi ini adalah Terdakwa Yalmeswara," jelasnya.

Menurut dia, kliennya tidak mengenali dan tidak pernah berhubungan dengan terdakwa Yalmeswara. " Menurut kami selaku kuasa Fatmayanti, dalam perkara ini dalang dari semua ini adalah terdakwa Yalmeswara, Terdakwa Fatmayanti hanya korban dari perbuatan Yalmeswara," tegasnya.

Dino mengatakan pihaknya akan membuktikan ketika sidang pemeriksaan terdakwa nanti. Sejauh ini, lanjut Dino, jaksa tidak mampu membuktikan keterlibatan kliennya dengan perkara ini.(usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...