Digelar ‘Raja Jambret’ Gaya Hidup Taufik Galing di Kampungnya Biasa Biasa Saja

Penombak Kanit Resmob Tewas dengan 3 Tembakan di Dada

Kamis, 12 Mei 2022 | 08:38:38 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Taufik Hardiansyah alias Taufik Galing dikenal sebagai pribadi yang biasa-biasa saja. Di lingkungannya di Tanjungpasir, Kecamatan Danauteluk, Kota Jambi, ia memang dikenal sebagai jambret, begal, maling dan sebagainya. Namun begitu, ia sama sekali tidak pernah beraksi di kampungnya sendiri.

“Memang tetangga-tetangga tahu Taufik Galing sering berbuat kriminal. Sebagai jambret lah. Tapi sama sekali tidak mengusik di kampung sendiri,”kata Tony –sebut saja begitu--, salah satu tetangga Taufik Galing.

Menurut Tony, Taufik Galing berusia 33 tahun dan beristri dua. Saat kejadian dia tinggal bersama istri kedua. Sementara istri pertamanya tinggal terpisah. “Dari istri pertama dia dapat satu anak. Tapi belum tahu dari istri keduanya,” tambahnya.

Kehidupan ekonominya pun juga terbilang biasa-biasa saja. Tidak ada barang-barang mewah dan berharga mahal yang ada di rumahnya itu. “Tapi tidak tahu kalau gaya hidup sehari-harinya seperti apa,” imbuhnya.

Hidup Taufik Galing akhirnya berakhir di ujung senjata api polisi. Selasa (10/05) petang sekitar pukul 18.00 WIB, ia ditembak tim gabungan Polda Jambi, Polresta Jambi, Polres Batanghari dan Polres Muarojambi yang menggerebeknya.

Petugas terpaksa menghabisi Taufik Galing dengan tiga tembakan di dadanya. Di dalam rumahnya sendiri. Kepada keluarga, polisi menjelaskan terpaksa mengambil tindakan tegas itu karena tindakan Taufik Galing sudah membahayakan.

Tombak yang ia hunjamkan ke perut AKP Silaen bukan tidak mungkin akan melukai lebih banyak anggota polisi dan warga lain. Aksi nekatnya ini akhirnya disudahi tindakan tegas polisi.

Rabu (11/05/2022) kemarin, kawasan Seberang Kota Jambi, terutama di TPU Tanjung Pasir meriung warga sekitar. Mereka penasaran dengan kabar yang beredar di media sosial.

Aksi nekat Taufik Galing yang menombak Kanit Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, membuat mereka penasaran. Dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB, tak hanya warga yang ramai berkumpul. Aparat kepolisian juga banyak mengamankan lokasi.

Sebab bukan rahasia umum bahwa di Seberang Kota Jambi pernah ada aksi anarkis warga hingga membakar mapolsek akibat penangkapan warganya oleh polisi.  Namun hingga selesai pemakaman, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Toni menambahkan, saat kejadian Selasa kemarin, petang itu banyak mobil-mbil yang tidak biasa melintas di kawasan Seberang Kota Jambi melaju dengan kecepatan tinggi. “Saya pikir ada yang sakit dan mobil-mobil ngebut karena darurat,” tuturnya.

Hal itu memang tidak biasa terjadi di daerahnya. Baru malam harinya ia sadar ada penangkapan yang disebut di media sebagai raja jambret, Taufik Galing.

Sementara itu, Komunitas Masyatakat Jambi Kota Seberang (KMJKS) memastikan kasus tewasnya Taufik Galing dalam penggerebekan tim gabungan Resmob Polda Jambi, Opsnal Polresta Jambi, Polres Batanghari, dan Polres Muarojambi telah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Ketua Umum Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS) Fachruddin Razi mengatakan, mengapresiasi itikad baik dari Kapolresta Jambi yang datang ke rumahnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan.

"Diawali dari silaturahim Kapolresta Jambi yang datang ke rumah, dan dilanjutkan langsung turun bersama Kapolresta ke Rumah Sakit Bayangkara untuk menyelesaikan agar jenazah warga Jambi Kota Seberang segera bisa dibawa pulang untuk dimakamkan," kata Fachruddin, Rabu (11/5).

Menurut Fachruddin, jenazah sudah dibawah pulang dan segala permasalahan sudah bisa diselesaikan bersama-sama dengan hati yang sejuk, damai, dan minta dijauhkan atau hindari hal-hal yang lain yang tidak diinginkan. "Semoga kebersamaan, persatuan, dan kekompakan kita kedepan selalu dapat kita jaga bersama, dan selalu mendapat lindungan dari Allah," tandasnya.(tya)






BERITA BERIKUTNYA
loading...