Lewati Masa Kritis, Kanit Resmob Tersenyum Dibesuk kapolda

Kamis, 12 Mei 2022 | 08:39:29 WIB

(RUDI SAPUTRA/JAMBI ONE)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Pasca operasi, kondisi AKP Johan Silaen, Kanit Resmob Polda Jambi yang ditombak ‘raja jambret’ Taufik Hardiansyah alias Taufik Galing, Selasa (10/5) berangsur membaik. Silaen juga sudah dipindah dan sudah menjalani perawatan di RS Bhayangkara.

Membaiknya kondisi Silaen ini terlihat saat dibesuk Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo, Rabu (11/5) kemarin. Dia terlihat mengumbar senyum saat orang nomor satu di Polda Jambi itu masuk ke ruangan tempat dia dirawat. Kedatangan kapolda didampingi

Wakapolda Jambi Brigjen Pol Yudawan R, Dirreskrimum Kombes Pol Kaswandi Irwan, dan Karumkit Bhayangkara.

Kapolda mengatakan bahwa dia memang secara khusus menjenguk Silaen. Saat ini kondisi AKP Johan Silaen dalam keadaan baik dan dalam proses pemulihan pasca operasi.

Menurut dia, yang bersangkutan dipindahkan ke Rumkit Bhayangkara untuk perawatan intensif lebih lanjut. " Saya datang untuk memberikan semangat dan memastikan AKP Johan Silaen mendapat pelayanan yang terbaik," kata jenderal bintang dua ini.

Menurut Rachmad, ppasca operasi, sejak Selasa malam Silaen sudah siuman. Dia pun sudah bisa dirawat di RS Bhayangkara agar mendapat perawatan lebih lanjut.

Selain kapolda Jambi, insiden yang dialami Kanit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi AKP Silaen juga mendapat perhatian serius dari pimpinan Polri. Informasi dari pak Kapolda, pak Kapolri juga monitor, ikut mengkhawatirkan kondisi AKP Silaen," kata Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan, Rabu (11/5).

Menurut Kaswandi, setelah sadar usai menjalani operasi, AKP Silaen langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi guna perawatan lebih lanjut.

"Kami berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit Raden Mattaher yang telah melakukan penanganan dengan cepat, sehingga hal-hal yang mengkhawatirkan bisa diatasi," kata Kaswandi didampingi Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jambi AKBP Yandiko.

Sebelumnya, AKP Silaen luka parah ditombak buronan kasus jambret, curas dan lainnya Taufik Hardiansyah alias Taufik Galing. Insidien itu terjadi saat akan menangkap Taufik di rumahnya di Tanjungpasir, Kecamatan Danauteluk, Kota Jambi Selasa (10/05) petang sekitar pukul 18.00 WIB.

Taufik digerebek tim gabungan dari Resmob Polda Jambi, Opsnal Polresta Jambi, Polres Batanghari, dan Polres Muarojambi. Pengejaran dan penggerebekan Taufik Galing melibatkan tim besar karena dia melakukan di beberapa daerah. Tim dipimpin AKP Silaen.

Saat tim gabungan mendekat ke rumah, ternyata Taufik Galing sudah mengetahui kedatangan polisi. Taufik sempat berteriak, ‘silakan tangkap! Saya sudah siap. Saya akan melawan’. Tim langsung  mengepung rumah pelaku.

AKP Silaen yang  memimpin penangkapan, langsung masuk ke rumah bersama beberapa orang anggota. Namun pelaku yang sudah menunggu di dalam rumah, langsung menombak AKP Silaen.  “Anggota kami, AKP Silaen posisinya di depan, karena dia yang memimpin. Saat itu dia mengenakan rompi (anti peluru), tapi ditusuknya di perut bagian kiri. Menggunakan tombak ikan,” ungkap Dirreskrimum Polda Jambi,  Kombes Pol Kaswandi.

Setelah AKP Silaen ditombak, anggota yang berada di belakangnya lantas mengambil tindakan tegas terukur terhadap pelaku. Anggota melepaskan tiga tembakan ke arah dada yang menyebabkan pelaku tewas ditempat.

"Terkait kejadian ini, sudah kita berikan pengertian kepada keluarga pelaku. Kita sampaikan apa adanya. Tindakan tegas diambil karena tindakan pelaku juga berisiko terhadap anggota lainnya,” kata Kaswandi.

AKP Silaen juga sempat kritis. Bahkan saat dilarikan ke rumah sakit tombak masih menancap di badannya. “Alhamdulillah sudah dioperasi,” ujar Kaswandi.

Lebih lanjut Kaswandi mengatakan, Taufik Hardiansyah alias Taufik Galing merupakan DPO (daftar pencarian orang) terkait 11 kasus curas maupun curat di sejumlah wilayah. “Ada 11 TKP. Enam TKP curas di wilayah Polres Batanghari, dua TKP di Polresta Jambi masing-masing satu curas dan satu curat, serta tiga TKP di Muarojambi,” katanya.(usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...