Ichtyar Tusuk Ari karena Tersinggung

Jumat, 13 Mei 2022 | 08:47:47 WIB

MENYERAH: Ichtyar akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah beberapa hari sempat kabur. Kini ia ditahan di Polres Batanghari utnuk penyelidikan lebih jauh.
MENYERAH: Ichtyar akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah beberapa hari sempat kabur. Kini ia ditahan di Polres Batanghari utnuk penyelidikan lebih jauh. (Bambang/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, BATANGHARI - Akhirnya  pelaku pembunuhan Security PT PN VI di Batanghari, Ari Dominggus (25), menyerahkan diri. Sempat berpidah-pindah tempat persembunyian, diketahui pelaku adalah teman sejawat korban sesama Satpam. Pelaku adalah Ichtyar Komarwan (23) warga RT 04 Desa Maro Sebo Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi.

Kapolres Batanghari, AKBP Mochamad Hasan,S.I.K.,  mengatakan awalnya korban menantang pelaku berkelahi dengan tangan kosong. Namun ternyata pelaku datang dengan membawa sebilah pisau. Pisau itulah yang digunakan menusuk dada sebelah kiri korban hingga tembus mengenai jantung dan berujung kematian.

"Motif pelaku adalah sakit hati. Sebab korban sempat meminjam sepeda motor milik pelaku. Namun korban mengembalikan kunci motor pelaku dengan cara dilempar. Pelaku tersinggung dan sakit hati," jelas Kapolres Batanghari AKBP Mochamad Hasan pada konferensi pers kemarin (12/05).

Hasan menuturkan kejadian berlqngsung saat keduanya sedang berjaga malam di pos jaga. Pada hari Sabtu tanggal 07 Mei sekira pukul 19.00 WIB pelaku dan korban mendapat tugas shift malam di pos jaga Simpang Merek PT PN VI Desa Petajen Kecamatan Bajubang. Bahkan pada saat berangkat dinas keduanya berboncengan menggunakan motor pelaku.

Nah, sekira pukul 22.00 WIB korban meminjam sepeda motor  pelaku untuk berpatroli di kebun. Namun pelaku tidak diajak, dan stand by di pos jaga. Pada pukul 00.00 WIB korban kembali meminjam sepeda motor milik pelaku untuk berpatroli kebun.

Kemudian pada saat berpatroli kebun korban menelepon mengatakan ada pencurian buah sawit milik PT PN VI, yang dilakukan oleh beberapa orang. Setelah menghubungi pelaku, korban kembali ke pos.

Sesampainya di pos jaga, pelaku mengajak korban untuk mengejar pelaku pencurian.  Namun korban menolak ajakan pelaku.  Pelaku pun berinisiatif mengejar seorang diri pencuri itu.

Pada saat hendak mengejar pelaku pencurian sambungnya dirinya ingin mengambil kunci motor yang dipinjam oleh korban. Korban mengatakan kunci masih di motor. 

Setelah dicek di motor kunci tersebut tidak ada.  Pelaku pun meminta kunci motor kepada korban. Saat itu korban memberikan kunci dengan melempar kunci motor  kepada pelaku. Tak terima, pelaku tersinggung dan sakit hati.

Kepada korban, pelaku bilang bahwa ia tidak suka dengan caranya itu. "Aku dak senang kau buat kayak gini. Jangan kau kiro aku kecik takut samo kau," kata Kapolres menirukan ucapan pelaku.

Mendengar itu, korban marah. Bahkan ia  menantang pelaku. Pelaku berusaha menghindar dan meninggalkan korban menuju mess security.

Pada saat  berada di mess security, pelaku mendapatkan pesan suara dari korban. Isi pesan adalah tantangan berkelahi. Tantangan  berkelahi dengan tangan kosong.

Selanjutnya ternyata pelaku datang ke pos jaga. Namun tidak dengan tangan kosong. Ia membawa pisau yang selalu dibawa saat berdinas. Sesampainya di pos jaga korban langsung memukul pelaku dan membenturkan kepala pelaku. Saat itu juga pelaku mengambil pisau dari pinggang dan menusukkan ke dada sebelah kiri korban. Akibat tusukan di jantung, korban meninggal dunia di tempat.

"Setelah kejadian, tersangka sempat melarikan diri ke beberapa tempat. Pertama pelaku melarikan diri ke Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi dan dikejar oleh Tim Keris dan Satreskrim Polres Batanghari. Selanjutnya pelaku berpindah tempat ke Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Kemudian pada hari Rabu 11 Mei pelaku menyerahkan diri dengan diantar oleh pihak keluarga," tutupnya.(bam)






BERITA BERIKUTNYA
loading...