Dana Fee Proyek untuk Pencalonan Zumi Laza sebagai Wali Kota Jambi

7 Cek Kosong untuk Zumi Laza

Jumat, 13 Mei 2022 | 08:49:54 WIB

TERUNGKAP: Sidang lanjutan dugaan suap dan gratifikasi RAPBD Provinsi Jambi 2017 mengungkap fakta bahwa sebagian fee proyek untuk kepentingan politik.
TERUNGKAP: Sidang lanjutan dugaan suap dan gratifikasi RAPBD Provinsi Jambi 2017 mengungkap fakta bahwa sebagian fee proyek untuk kepentingan politik. (RUDI SAPUTRA/JAMBI ONE)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Fakta baru terungkap saat sidang Apif Firmansyah di sidang kasus suap uang ketok palu dan gratifikasi RAPBD Provinsi Jambi 2017. Di sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Yandri Roni itu terungkap bahwa ada 7 cek kosong yang diberikan ke Zumi Laza yang juga adik kandung Zumi Zola.

Fakta itu terungkap saat penutup umum KPK menanyakan Berita Acara Perkara (BAP) Nomor 6 milik saksi Muhazir. Dalam BAP itu Zumi Laza mendapatkan tujuh lembar cek kosong. Saksi juga mengaku bahwa ketujuh cek kosong itu atas adalah permintaan Zumi Zola selagi menjabat Gubernur Jambi.

"Saya tidak tahu untuk apa, cuma itu permintaan Pak Zumi Zola. Kalau tidak salah itu untuk nyalon Walikota Jambi," katanya Kamis (12/5). 

Selian itu, kata Muhazir, ada juga beberapa pesanan untuk pemasangan billboard di beberapa titik di Kota Jambi. Namun dia tidak tahu berapa jumlahnya.

"Ada pesan billboard juga. Cuma lupa di berapa titik. Yang jelas nilainya Rp 50 juta," tambahnya.

Sementara Asrul Pandapotan Sihotang bercerita bahwa Apif Firmansyah pernah cerita terkait pembagian proyek atas sumbangan dana uang ketok palu. Hanya Asrul tidak mengetahui dari mana asal uang itu.

"Saya tidak tahu pasti dari mana. Yang jelas waktu itu ada dari pak Arfan sebesar Rp 4 miliar," kata Asrul.

Ketika menjadi Gubernur, Zola sempat mengumpulkan para kadis yang potensial untuk dikenalkan ke Apif. Sebab ke depan segalanya akan diurus oleh Apif .

"Kalau ada kadis yang dikumpulkan saya tidak tahu. Saat gantikan Apif Firmansyah tidak ada komunikasi apa dan mana yang harus diselesaikan,” tambahnya.

Ketika Apif tidak menjadi ajudan Zumi Zola, Asrul sempat ditanya oleh Zumi Zola perihal kekurangan uang fee proyek. Sebab yang diterima Zola baru Rp11 miliar.

"Terkait aliran dana gratifikasi sebesar Rp11 M itu dari Asiang, saya tidak pernah melihat bentuknya. Cuma tahu ada uangnya saja," ungkapnya. 

Majelis hakim juga menanyakan sisa fee proyek senilai Rp23-27 miliar. Apakah uang sebesar itu total seluruh fee yang ada, atau sisa yang belum diterima Zumi Zola.

"Yang Rp 23 miliar itu potensi fee proyek yang mulia. Setelah dihitung tidak sampai sebesar itu. Fee proyek yang kurang itu ada Rp 7 miliar. Tapi itu belum diterima oleh Zumi Zola. Informasinya uang itu masih di Apif Firmansyah," kata Asrul.

Pernyataan itu benarkan oleh Arfan. Pasalnya fee proyek diantarkan ke Zumi Zola oleh Arfan. "Yang saya kasih ada Rp 11 miliar, Rp7 miliar lagi masih sama Apif. Saat itu Apif tidak lagi ikut pak gubernur. Makanya uang itu tidak sampai," terang Arfan.

"Untuk menduduki jabatan kepala dinas, harus royal dan total kepada Gubernur. Jika tidak royal sama gubernur bisa di berhentikan," katanya.(usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...