Unja Ground Breaking Pembangunan Gedung UNIFAC, FKIK, dan Pascasarjana

Jumat, 13 Mei 2022 | 19:28:21 WIB

()

JAMBIONE.COM, MENDALO - Gubernur Jambi, Al Haris, meletakkan batu pertama pembangunan proyek prestisius Unja. Bersama dengan Rektor Unja, Kapolda Jambi, Danrem 042 Gapu dan Kajati Jambi, serta Bupati Muarojambi dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, meletakkan batu pertama pembangunan gedung Unifac (University and Faculty Administration Center), gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta gedung pascasarjana (Paket CWJ-01).

Kegiatan dipusatkan di halaman depan Rektorat Unja Mendalo, Jumat (Jumat, 13 Mei 2022) pagi.

Gubernur Al Haris dalam sambutannya mengatakan berharap banyak dengan Unja. "Unja adalah kampus negeri di Jambi yang diharapkan bisa menampung semua lulusan SLTA," ujarnya.

Dia juga banyak berharap Kampus Pinang Masak ini mampu menelurkan lulusan terbaiknya. Sehingga nanti lulusannya bisa ijut mengangkat martabat Jambi dan membantu membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran," urainya.

Al Haris menambahkan pembanguan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan infrastruktur dan sarana dengan tujuan akhir menciptakan lulusan berkualitas.

“ Saya kira penting untuk kemajuan dan perkembangan kampus kebanggaan kita ini. Sebab Unja saat ini mendidik 35 ribu mahasiswa dari Jambi dan seluruh Indonesia," katanya.

Ini tentu jadi tugas kita menyiapkan infrastrukturnya, sarana dengan baik. "Karena kita harap dengan sarana dan pelengkapan yang cukup, bisa melahirkan alumni-alumni berkualitas,” ujar Gubernur.

Sementara itu Rektor Unja, Prof Sutrisno, mengatakan ini adalah proyek prestisius. Sebab di Indonesia hanya ada 4 perguruan tinggi yang mendapat dana pembangunan dari Asian Development Bank (ADB) ini.

"Selain Unja ada Universitas Malikul Saleh, Universitas Riau dan UPI Bandung," sambungnya. Ini nanti, harapnya, harus sama-sama dijaga karena yang membayar nanti adalah generasi masa depan.

Ini, kata Prof Sutrisno, sebagai implementasi platform Unja SMART di kepemimpinannya 2020-2024. Bahkan kini Unja juga sudah memiliki mahasiswa internasional. Sudah berjalan 2 semester, Rektor mengatakan ini membuktikan Unja sudah diakui di level internasional. "Juga akreditasi internasional yang didapat Prodi Kehutanan bisa jadi bukti. Sekarang kami tengah berproses 6 menuju akreditasi internasional," tuturnya.

Universitas Jambi menyelenggarakan Ground Breaking pembangunan gedung UNIFAC, FKIK, dan Pascasarjana (Paket CWJ-01) hasil pendanaan dari Asian Development Bank (ADB ). Ini adalah rangkaian implementasi Proyek Advanced Knowledge and Skills for Sustainable Growth in Indonesia (AKSI) yang didanai Asian Development Bank (ADB) yang bertujuan untuk meningkat akses dan mutu layanan akademik pendidikan tinggi. Proyek AKSI-ADB ini menaungi 4 PTN, yakni UNIMAL, UnRi, UPI dan Unja.

Proyek Manager Unja, Prof. Zulkarnain, M.Hort mengatakan ground breaking atau peletakan batu pertama adalah pertanda dimulainya pekerjaan konstruksi paket pertama di Unja yang terdiri atas 3 bangunan gedung (University and Faculty Administration Center, gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, dan gedung Pascasarjana). Sementara paket kedua yang terdiri atas 6 gedung (3 unit gedung kuliah terintegrasi, 1 unit laboratorium teknik, 1 unit laboratorium ilmu-ilmu sosial, dan 1 pusat kegiatan kemahasiswaan) yang semuanya berada di Kampus Mendalo, pembangunan dimulai pada tahun 2022 ini.

“Proyek juga memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia, di mana saat ini terdapat 7 orang dosen Unja dari berbagai fakultas sedang studi lanjut S3 di berbagai perguruan tinggi di Eropa dan Jepang. Selain itu, berbagai kegiatan pelatihan nongelar juga diprogramkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dosen dan tenaga kependidikan Universitas Jambi,” ujar Prof. Zulkarnain.(tya/www.unja.ac.id)       

 

 

Klik Tautan Ini Untuk Kunjungi Website Resmi Universitas Jambi !






BERITA BERIKUTNYA
loading...