Wabup Apri Pimpin Apel Gabungan Hari Pendidikan Nasional 2022

Selasa, 17 Mei 2022 | 13:13:41 WIB

(Yadi/Jambione)

JAMBIONE.COM, BUNGO- Wakil Bupati Bungo H. Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd., memimpin apel gabungan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022 dilapangan Kantor Bupati Bungo Kelurahan Cadika Kecamatan Rimbo Tengah.

Hadir pada kesempatan ini staf ahli, asisten, kepala OPD, sekretaris, kabag, kabid dan peserta upacara.

Wakil Bupati Bungo mengajak semua selalu bersyukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya. Sehingga dapat berkumpul bersama-sama di tempat ini dalam keadaan sehat wal-afiat.

Pada kesempatan ini, wabup menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

"Hari ini, saudara-saudaraku, adalah bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan," katanya.

Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia.

Kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di iIndonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

"Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena asesmen nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk "Menghukum" guru atau murid, tetapi sebagai refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan sekolahnya menjadi inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan," lanjutnya.

Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagidengan lebih merdeka. Itu semua berkat kegigihan melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia.

Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakan pemajuan kebudayaan.
Semua perubahan positif yang diusung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

"Tahun ini membuktikan bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia," tambahnya.

Langkah hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi.

Dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar.(adv)






BERITA BERIKUTNYA
loading...