Nasib Tersangka Perdagangan Emas di Tangan Jaksa

Jumat, 20 Mei 2022 | 08:38:08 WIB

(RUDI SAPUTRA/JAMBI ONE)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Nasib Dimas Pratama,  Israq Khaliq, Hari Jon Aldi, Arfen Suri Hamzah dan Agustio, tersangka perdagangan emas ilegal kini di tangan jaksa. Pasalnya, tim penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi telah mengirimkan berkas lima tersangka itu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

“Berkas perkara lima orang tersangka perdagangan emas ilegal, telah kami kirimkan ke JPU Kejati Jambi,” kata Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, Kompol Arief Ardiansyah, Kamis (19/5).

Kata dia, pihaknya tinggal menunggu jawaban dari jaksa mengenai kelengkapan berkas tersangka ini. “Pasal yang disangkakan sama, yakni UU Minerba. Perkembangan selanjutnya akan kita sampaikan kembali,” tegasnya.

Sebelumnya, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih terjadi di Jambi. Ini terbukti setelah lima orang ditangkap, karena kasus perdagangan emas ilegal. Mereka adalah Dimas Pratama (21), warga Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Kemudian, Israq Khaliq (23), Hari Jon Aldi (40), warga Kabupaten Bungo, Arfen Suri Hamzah (27) warga Kabupaten Bungo dan Agustio (19) warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kelompok ini punya pemodal, yaitu Dimas. Dia mengatur alur jual beli emas hasil PETI dari Kabupaten Bungo dan sekitarnya. Aktivitas ini pun tercium Tim Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi.

Arfen ditangkap di Bungo. Dari tangan keduanya, petugas mendapatkan barang bukti 11 gram emas ilegal dan uang tunai Rp 20 juta. Dari interogasi, keduanya mengaku bahwa mereka dimodali oleh Dimas.

Para pelaku disangkakan pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.(usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...