Simulasi Pengamanan Kota, Polda Jambi Siap Hadapi Unjuk Rasa Anarkis

Demonstran dan Polisi Baku Pukul

Jumat, 20 Mei 2022 | 08:43:42 WIB

ANARKIS: Aparat pengendali massa Polda Jambi bentrok dengan pendemo di Kantor Gubernur kemarin dalam simulasi sistem pengamanan kota yang digelar kepolisian.
ANARKIS: Aparat pengendali massa Polda Jambi bentrok dengan pendemo di Kantor Gubernur kemarin dalam simulasi sistem pengamanan kota yang digelar kepolisian. (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Saling tendang, pukul dan lemparan berbagai barang terjadi di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi Telanaipura, Kamis (19/05).  Namun kesiapan personel Polda Jambi yang mengamankan demonstrasi berhasil meredam aksi anarkis para pendemo. Situasi pun kembali berhasil dikendalikan petugas.

Hal itu tergambar saat simulasi pengamanan kota (sispamkot) yang dilakukan kemarin. Maka dari itu, jajaran Polda Jambi siap menghadapi aksi unjuk rasa berbagai elemen masyarakat yang dilakukan secara damai maupun aksi anarkis. Kesiapan tersebut ditandai dengan kemampuan seluruh personel hingga kelengkapan peralatan atau fasilitas penanganan unjuk rasa yang dimiliki Polda Jambi saat ini. 

Hal itu disampaikan Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, SIK, MIK seusai menyaksikan simulasi atau latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkot) di lapangan kantor Gubernur Jambi, Telanaipura,Kota Jambi, Kamis (19/5/2022) siang. 

A Rachmad Wibowo mengatakan, simulasi sispamkot tersebut digelar dalam rangka menciptakan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Provinsi Jambi. Melalui simulasi atau latihan tersebut, kemampuan personel dapat ditingkatkan mengantisipasi dan menangani aksi unjuk rasa.

Simulasi sispamkot tersebut juga juga digelar guna mewujudkan Polri yang presisi (tepat) dan handal dalam penanganan kontijensi (situasi genting) di lapangan. Simulasi sispamkot tersebut menampilkan penanganan unjuk rasa anarkis yang dilakukan pengunjuk rasa.  Pasukan pengamanan unjuk rasa mengendalikan situasi tahapan demi tahapan sesuai eskalasi dengan tepat sesuai standar Hak Asasi Manusia (HAM).

A Rachmad Wibowo meminta masing-masing komandan satuan agar secara rutin mengecek peralatan yang sudah dibeli dengan uang rakyat. Jika ada peralatan yang rusak harus segera diperbaiki. Peralatan yang rusak berat dan umurnya sudah tua harus segera dihapus dari aset milik Polri.

Menurut A Rachmad Wibowo, sispamkot tersebut dilaksanakan bukan karena situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jambi dalam kondisi kurang terjamin. Karena itu warga masyarakat Jambi tidak khawatir tentang keamanan Jambi terkait dilaksanakannya latihan sispamkot tersebut.

"Simulasi sispamkot ini merupakan kegiatan yang sudah direncanakan sejak lama, yakni sejak bulan Puasa lalu. Simulasi sispamkot ini penting agar personil mengingat kembali teknik-taknis di lapangan dalam pengendalian unjuk rasa. Melalui latihan ini juga, seluruh personil mampu menghadapi unjuk rasa, mulai dari unjuk rasa damai hingga yang anarkis atau membahayakan jiwa raga manusia,"katanya.

Rachmad Wibowo menegaskan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Jambi secara umum kondusif.  Sistuasi kamtibmas Jambi yang cukup kondusif atau aman terkendali tersebut terus dipertahankan. 

“Latihan sispamkot ini akan dilaksanakan lagi beberapa bulan mendatang. Latihan sispamkot selanjutnya akan melibatkan TNI, jajaran dinas perhubungan, Satpol PP dan pemadam kebakaran,"ujarnya.

Kapolda menilai, simulasi sispamkot di lapangan kantor Gubernur Jambi tersebut berlangsung cukup baik, tanpa adanya halangan apapun. Tahap-tahap yang disampaikan pada saat latihan merupakan tahap-tahap penggunaan kekuatan yang sudah diatur melalui Peraturan Kepala Polisian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009. Penyusunan Peraturan Kepolisian tersebut dilakukan bersama-sama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Yang ditampilkan tadi sudah sesuai dengan hak asasi manusia. Yang merujuk kepada sebuah konfensi internasional, yakni prinsip- prinsip dasar penggunan kekuatan dan senjata api,"katanya.

Dikatakan, senjata api yang digunakan pun juga tidak senjata api yang menggunakan peluru tajam. Senjata api yang digunakan pada simulasi sispamkot tersebut menggunakan senjata api peluru karet yang tidak mematikan namun hanya melumpuhkan. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada direktur latihan dan seluruh peserta latihan. Saya apresiasi setinggi-tingginya atas keikhlasan dan keseriusan dalam melaksanakan latihan ini,"ujarnya.  (tya/ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...