Penyakit Hewan Ternak di Batanghari Kembali Meningkat

Selasa, 21 Juni 2022 | 08:01:56 WIB

(Bambang/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARABULIAN - Sempat menurun beberapa waktu lalu, kini penyakit Mulut dan Kuku atau sering disebut Foot and Mouth Disease pada hewan ternak di Batanghari kembali merebak di beberapa kecamatan.

Dalam rangka penanganan dan penanggulangan Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Satuan gugus tugas PMK kabupaten batanghari dirikan posko di pelayanan pengaduan PMK bagi seluruh petani ternak.

Pendirian posko PMK tersebut di lakukan setelah di bentuk nya Tim gugus tugas penanganan dan pengendalian PMK hewan ternak pada jum'at 16/06/2022 di kantor BPBD Batanghari  dengan melibatkan lintas sektoral yang tergabung  dalam tim unit reaksi cepat (URC) yang mana SK tim URC Tersebut terdapat dalam surat keputusan Dinas perkebunan dan peternakan nomor : 38/KPTS/DISBUNNAK/2022 oleh kadis Bunnak Irwan A. Md.SP

Hal tersebut dilakukan dengan menindak lanjuti Surat edaran menteri pertanian nomor : 01/SE/PK.300/M/5/2022 pada tanggal 06 Mei 202 tentang pengendalian dan penanggulangan Penyakit mulut dan kuku(PMK) pada ternak di beberapa wilayah di Indonesia dan mengingat peraturan terkait lain nya.

Serta ada nya peningkatan kasus PMK Di 5 kecamatan di kabupaten batanghari dan makin tinggi nya permintaan hewan ternak menjelang hari H 'Idul Adha

Terhitung hingga tanggal 19 Juni 2022, penyakit menular terhadap ternak seperti sapi, kerbau dan kambing ini berjumlah 67 ternak yang tertular.

" Selain sebagai pusat penanganan dan penanggulangan,Kita dirikan posko PMK ini juga sebagai pusat pengaduan, selain itu kita melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak, jangan sampai beredar hewan ternak dari wilayah terinfeksi ke wilayah bebas PMK," kata kabid peternakan dan kesehatan hewan Tuanku Hafiq, Senin (20/06)

"Tidak menutup kemungkinan ada nya pedagang ternak yang memasuki kan hewan ternak yang terinfeksi ke wilayah bebas PMK," pungkasnya (bam)






BERITA BERIKUTNYA
loading...