Harga Cabai Tinggi akibat Harga Mahal dan Cuaca Buruk

Selasa, 21 Juni 2022 | 08:05:32 WIB

(Zainur/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, TEBO- Menjelang Idul Adha, harga sembako normal dan pasokan komoditi dari semua jenis kebutuhan aman di pasar. Kecuali harga cabai masih cukup tinggi di semua pasar di Kabupaten Tebo. 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Tebo melalui Kabid Perdagangan, Edi Sofyan mengatakan, harga sembako saat ini pada umum masih stabil kecuali cabai yang sulit dikendalikan. 

Kata Edi, seperti minyak goreng (migor) curah per liter dari Rp16.200- Rp17.000, dan migor kemasan sederhana 1liter Rp23 ribu-Rp26 ribu masih dalam batas stabil. Selain itu pasokan juga aman, tidak ada kelangkaan.

Selain itu kata Edi, untuk harga daging sapi/Kg mencapai Rp150 ribu kemudian harga daging sapi beku/Kg Rp85-100 ribu. Untuk daging ayam broiler/Kg Rp38-40 ribu dan daging kampung/Kg Rp60 ribu, semua harga relatif stabil.

"Harga telur broiler/ karpet Rp27 ribu sementara telur ayam kampung/karpet Rp35 ribu,” kata Edi Sofyan ketika dikonfirmasi. 

Kemudian untuk harga semua jenis cabai hingga kini masih sangat tinggi, seperti cabai merah besar dan keriting/Kg Rp80 ribu sedangkan harga cabe rawit merah kenaikannya cukup signifikan mencapai Rp80-100 ribu/Kg dan cabai rawit hijau/Kg Rp60 ribu. 

Begitupun dengan harga bawang merah naik dari sebelumnya. Saat ini Rp60 ribu/ Kg, untuk bawang putih relatif stabil yaitu Rp20 ribu/Kg. 

Soal penyebab tingginya harga cabai ini, Edi mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya di lapangan. Penyebab masih tingginya harga cabai menurut petani dan pedagang, adalah faktor cuaca dan mahalnya harga pupuk saat ini.

"Selain cuaca, pupuk mahal dan sulit didapat,” ungkapnya. (uri)






BERITA BERIKUTNYA
loading...