Pelaku Pernikahan Sejenis bergelar ‘Dokter’ Ternyata Tamat SMP

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:10:46 WIB

(RUDI SAPUTRA/JAMBI ONE)

JAMBIONE.COM, JAMBI-  Latar belakang Ahnaf Arrafif alias Eriyani, terdakwa pernikahan sesama jenis mulai terungkap. Gelar dokter (dr. Ahnaf Arrafif, Sp. BS, S.Art, S.T, S.H, S.Hum) perempuan mengaku laki laki yang menikahi Nur Aini itu ternyata palsu. Hal ini terungkap dalam sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli Khozin Alfani dari direktorat jenderal Dikti di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (21/6) kemarin.

Dalam sidang tersebut, ahli mengatakan untuk menjalankan pendidikan sebanyak itu butuh kepintaran yang tinggi dan waktu yang lama. " Kalau memang ada orang yang bisa menjalankan studi pendidikan demikian itu luar biasa, " katanya.

Menurut Ahli, titel yang dimiliki terdakwa ada yang janggal. Yakni gelar S Art. Di Indonesia gelar ini tidak ada, karena di Indonesia untuk bidang seni dikenal dengan gelar SSn (sarjana seni)

"Pada dasarnya, gelar akademik ada tiga kategori. Pertama ada gelar akademik, kemudian gelar Profesi dan ada gelar advokat. Ketiganya harus menempuh pendidikan di perguruan tinggi terlebih dahulu, karena gelar tersebut yang memberikan perguruan tinggi" katanya.

JPU Sukmawati menanyakan apakah orang yang tidak menempuh pendidikan di perguruan tinggi bisa mencantumkan gelar di depan ataupun di belakang namanya. "Kalau digunakan olah orang yang tidak menyelesaikan pendidikan dan tidak menyelesaikan beban tugas di kampus itu jelas salah. Sebab yang bersangkutan tidak melewati jenjangnya dan tidak di perkenankan mengunakan gelar tersebut," jawab ahli.

Hakim lalu bertanya, bagaimana orang yang bukan dokter melakukan tindakan seperti halnya dokter. Sebab terdakwa beberapa kali melakukan itu. "Menggunakan saja dilarang, apalagi  melakukan tindakkan seperti dalam gelar itu. Dalam gelar dokter ada surat pendamping. Di sana ada diterangkan tentang keahlian, itu baru bisa buka praktek maupun untuk dinas," jelasnya.

Selain itu Jaksa Sukmawati menjelaskan jika Ahnaf Arrafif cuma lulusan SMP bukan lulusan sarjana apalagi kedokteran. " Dia lulus SMP, " Katanya.  Jaksa juga menjelaskan terkait dengan gelar palsu, disebutkan yang bersangkutan melanggar undang-undang.

Seperti diketahui Anhaf Arrafif merupakan wanita tulen bernama Erayani. Jenis kelamin Anhaf yang sesungguhnya terbongkar saat Nur Aini, wanita yang dinikahinya menjadi saksi pada persidangan kasus penipuan gelar akademik di Pengadilan Negeri Jambi.

"Karena awalnya diyakini jika dia itu mualaf, mau ganti nama, dan tingkah laku awalnya sangat baik atau alim, maka kita percaya. Janjinya juga nikah siri itu hanya sementara saja, lalu nanti jika namanya sudah diproses, baru nikah resmi," cerita Nur.

Setelah menikahi, Anhaf tinggal di rumah orang tua Nur Mawar i Kota Jambi. Dia tinggal selama lima bulan dengan istilah makan-tidur dan tak pernah bekerja. Padahal Anhaf awalnya mengaku sebagai dokter ahli bedah saraf, hanya saja ucapan itu tak dapat dibuktikan. Bahkan demi mencari-cari alasan, Anhaf terkadang juga mengaku sebagai pengusaha batu bara dan punya beberapa usaha lainnya.(usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...