Bos Investasi Lele Bodong Ditangkap, Kerugian Capai Rp19,7 M

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:12:48 WIB

(RUDI SAPUTRA/JAMBI ONE)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Polisi berhasil menangkap Aliman Sutrisno, Kepala Cabang PT Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama Jambi yang menjadi buronan kasus investasi pengembanganbiakan ikan lele. Aliman ditangkap Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi di Kawasan Bantul, Yogyakarta.

Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, sejauh ini ada 16 laporan dari korban yang juga sebagai saksi kepada pihaknya terkait kasus investasi bodong ini. Dari hasil penyelidikan, Tim Jatanras mengetahui informasi bahwa tersangka berada di Kawasan Bantul. Dia tinggal di sebuah rumah kontrakan.

" Setelah mengetahui keberadaan tersangka, tim kita langsung bergerak cepat mengamankan yang bersangkutan dengan upaya paksa. Karena sebelumnya tersangka selalu mangkir dalam pemanggilan untuk diperiksa," katanya Rabu (22/6).

Kaswandi menjelaskan dalam aksinya tersangka menawarkan kepada para korban 1 paket kolam seharga Rp 10 juta, dengan janji keuntungan Rp 960 ribu per 40 hari. Keuntungan itu diterima dua hingga 3 kali.  "Jadi setelah melakukan investasi, seiring waktu korban merasa keuntungan yang diterima tidak sesuai dengan yang dijanjikan," ungkapnya.

Menurut Kaswandi, total kerugian para korban mencapai  Rp 19,7 Miliar. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 berkas surat penunjukan Kepala Cabang Jambi PT DHD, surat perjanjian kemiteraan budidaya, dan kwitansi nota pembayaran tersangka serta transaksi keuangan. "Untuk tidak pidana pencucian uang masih dalam pendalaman. Memang ada beberapa transaksi, tapi masih perlu didalami terlebih dahulu," ujarnya.

Sementara itu, Aliman mengaku tidak mengetahui usaha yang dilakukannya illegal. Dia beralasan tidak tahu latar belakang PT DHD. "Saya tidak tahu kalau begini jadinya. Saya kira itu memang ladang investasi. Saya Kabur untuk mencari kerja, karena keluarga saya butuh uang untuk bertahan hidup," katanya.

Sebelumnya, Aliman ditetapkan sebagai tersangka investasi bodong budidaya lele. Dia sudah beberapa kali dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun tidak hadir. Polda Jambi lalu mementapkan aliman sebagai burinan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).(Usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...