14 Pelaku Ilegal Drilling Diamankan di Bungku dan Sungai Bahar

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:13:31 WIB

(RUDI SAPUTRA/JAMBI ONE)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Meski terus dirazia, ternyata aktivitas pengeboran sumur minyak illegal (illegal drilling) masih tetap marak. Baru baru ini, Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil mengamankan 14 pelaku ilegal drilling tersebut. Mereka ditangkap di dua tempat berbeda. Yaitu, di Desa Bungku kabupaten Batanghari dan di Sungai Bahar, kabupaten Muarojambi.

Wadirkrimsus Polda Jambi AKBP Moch Santoso mengatakan, pada tanggal 11 Juni 2022 personil subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi mendapatkan informasi adanya kegiatan eksploitasi minyak bumi yang terjadi di Desa Bungku. Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota langsung melakukan pengecekan. DI sana, anggota menemukan pelaku sedang melakukan eksploitasi minyak bumi (molot) dan beberapa pelaku lainnya sedang beristirahat.

"Di Desa Bungku Kita berhasil mengamankan 10 orang pelaku ilegal Drilling," kata Santoso didampingi oleh Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Handoyo, Rabu (22/6). Ke 10 pelaku tersebut yaitu Dedi, Ahmad Johanes, Soemantri Ginting, Azman, Jaslani, Amin Ridlo, Sopian Hadi, Anjasmara Sitompul, Daniel Hasiholan Sitompul, dan Juanfelik Siagian. 

Bersama tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 9 unit motor modifikasi tanpa nomor Polisi, 9 rol tali tambang 7 buah, canting besi 2 buah, dan canting paralon 7 buah. "Untuk BBM nya sampai saat ini sedang dihitung berapa Jumlahnya. Mereka bisa menghasilkan 2 sampai 3 drum tiap hari, dan dijual kepada pengepul," katanya.

Sementara itu, di lokasi kedua, di Bahar Unit VII, Kabupaten Muarojambi Polisi mengamankan 4 pelaku ilegal Drilling. Keempat tersangka, yaitu Fitrah Romahdoni, Rahmat, Mat Rohan, dan Piyan Budi Mulyanto. Bersama tersangka disita barang bukti berupa 3 unit sepeda motor modifikasi tanpa nopol, pipa canting besi, tiga rol tali tambang, tiga buah blower, dan tiga jerigen kapasitas 5 liter berisikan cairan hitam menyerupai minyak bumi . 

Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 40 angka 7 UU nomor 11 tahun 2020, tentang cipta kerja perubahan atas pasal 52 UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas jo pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHP. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 Miliar. (Usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...