PKS Stop Beli Buah TBS dari Luar Bertambah Lagi; Harga Terjun Bebas, Petani Pilih Tak Panen

‘’Hancur Mas, Sudah Pecah Rp 1.000’’

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:16:38 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI- Apa yang dikhawatirkan petani kelapa sawit akhirnya terjadi. Mulai Kamis (23/6) besok, harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di sejumlah daerah di Provinsi Jambi pecah dari Rp 1.000 per kilogram. Informasi yang diperoleh Jambi One, Rabu sore sejumlah RAM (tempat jual beli TBS hasil perkebunan petani) sudah merilis harga pembelian pada hari ini (Kamis) melalui pesan WhatsApp kepada para touke atau pengepul langgannya.

RAM di KM 39, Kecamatan Mestong, Muarojambi misalnya. Dari rilis yang diperoleh Jambi One, harga yang dirilis RAM tersebut untuk pembelian Kamis (23/6) turun Rp 258 perkilogram (Kg). Untuk buah Besar dihargai Rp 875 per Kg. Sementara buah Kecil (buah pasir) dihargai Rp 675 per Kg.

RAM lain nya yang menampung TBS petani di wilayah Kualatungkal juga merilis penurunan harga hampir sama. Harga sudah pecah dari Rp 1.000 per Kg. ‘’ Hancur Mas, harga sudah pecah dari Rp 1.000. Saya dapat pesan berantai dari RAM tadi, Kamis besok (hari ini)  harga tinggal Rp 900 per kilo,’’ kata Maman, salah seorang petani kelapa sawit di wilayah Kualatungkal.

Gafar, seorang petani sawit swadaya anggota Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) menyebutkan harga TBS di PT Selaras Mitra Sarimba (SMS) di Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo, turun Rp 170/kg menjadi Rp 990/kg melalui dari pemegang delivery order atau surat pengantar buah Mandiri Sejahtera (D0 MS). Sementara untuk TBS sawit lokal, kata Gafar, dihargai Rp 940/kg melalui pembelian pihak RAM CV Arvi Jaya Abadi.

Informasi lainnya, harga TBS sawit di PT Palma Jaya Sejahtera (PJS) yang berlokasi di Desa Suka Damai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, juga turun di bawah Rp 1.000/kg menjadi Rp 920/kg melalui DP Umum.

Tidak hanya harga yang terjun bebas, jumlah PKS yang stop beroperasi juga terus bertambah. Setelah PT Mestika Sawit Jambi (MSJ) yang berada di Merlung, Tanjung Jabung Barat (tutup Selasa lalu), hari ini (Kamis) satu PKS di wilayah Muarojambi, yakni PKS PT Bukit Barisan Indah Prima (BBIP) yang beroperasi di Km 46 Desa Bukit Baling, Muarojambi juga menghentikan pembelian TBS dari luar (petani).

 "Kemarin (Selasa,red) BBIP masih buka, tapi hanya terima 30 armada. Mulai besok (Kamis, red) mereka tidak lagi membeli buah dari luar. Hanya membongkar sisa antrian hari Rabu," kata Mamad, Petani di Bukit Baling, Muarojambi.

Kalau harga, menurut Mamad, Rabu (22/6) kemarin turun dari Rp150 hingga Rp275 per kilogram. Dia mencontohkan, seperti PT Palma Abadi menurunkan harga TBS hingga Rp 275 per kilogram. Sementara Ersakti Wira Forestama (EWF) turun Rp250 per kiligram, berlaku mulai 23 Juni.

"Sekarang ini serba sulit. Kita antar buah ke pabrik yang harganya mahal, disana antriannya panjang. Bisa 3 sampai 5 kilometer. Kita antar hari ini, dua hari baru bongkar. Harga pun sudah turun lagi, karena kualitas buah sudah tidak segar lagi. Pokoknya hancur kita mas," katanya.

Menurut Mamad, sejak harga terus anjlok, banyak petani di wilayahnya memilih tidak memanen buah terlebih dahulu. "Jadi kami tanya dulu harganya berapa. Kita bandingkan, kalau sesuai baru kita panen. Biar kita tidak kecewa. Kalau dipaksakan tekor kita mas. Upah panen sama upah angkut tidak sesuai dengan pendapatan," katanya lagi.

Selamet petani lainnya beraharap kepada pemerintah untuk segera mencari solusi kondisi ini. "Jangan cuma harga minyak goreng saja yang diterus disorot. Tapi ini TBS juga harus diperhatikan. Karena sekarang harga pupuk mahal, naik sampai 200 persen," katanya.

Menurut dia, perlu adanya pengawasan terhadap pupuk subsidi. Sebab, saat ini pupuk subsidi tidak pernah sampai pada petani kecil. (ist/ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...