127 Warga Tanjung Simalidu Keracunan Sate

Senin, 01 Agustus 2022 | 19:58:22 WIB

()

JAMBIONE.COM, TEBO- Sejak Minggu (31/07/2022), tercatat sudah 127 warga Tanjung Simalidu keracunan. Kejadian bermula saat pembagian makanan setelah pawai obor menyambut acara tahun baru Islam.

Paling banyak, korban keracunan sate merupakan anak-anak dan orang tuanya. Dari data yang berhasil dikumpulkan Jambi One, 80 persen korban keracunan adalah anak-anak dan sisanya adalah wanita.

Penjabat Bupati Tebo H. Aspan, mengatakan ini merupakan musibah. Maka Pemkab Tebo akan mendirikan tenda dapur umum di puskesmas Teluk Lancang.

"Minta bantuan dari puskesmas sekitar untuk memastikan pelayanan," katanya.

Kini 30 orang lebih menjalani rawat inap di Puskesmas Teluk Lancang. Dan 20 orang di Klinik Parida di Ampalu, Sumatera Barat. Untuk itu kata dia, Pemkab mendirikan posko kesehatan dan dapur umum.

Pendirian posko dan dapur umum ini, untuk membantu meringankan beban dari keluarga yang menjaga keluarga ketika dalam perawatan. Kemudian, dengan adanya posko dan tenda bantuan, jika ada korban tambahan bisa terfokus di satu titik.

"Saya sudah perintahkan Dinas Sosial dan kesehatan untuk menanggulangi musibah ini," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Klinik Parida Kecamatan Ampalu, Desi, mengatakan dikliniknya merawat sekitar 20 orang. Sekitar 33 orang lagi menjalani rawat jalan. Pasien rawat jalan saat ini dikatakannya dalam kondisi cukup baik.

"Gejala yang mereka alami, mual pusing dan sakit pada bagian perut," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, Riana Elizabeth mengatakan penyebab pasti keracunan belum diketahui. Kini Dinkes Tebo sudah mengirimkan sampel ke laboratorium kesshatan di Jambi.

"Kami belum bisa memastikan. Bisa saja disebabkan bakteri. Sate ini sebenarnya sudah langganan masyarakat. Bisa saja dari bahan yang digunakan," katanya.

Terpisah, kepala Puskesmas Teluk Lancang, Aris Budiman mengatakan pasien mulai masuk sekitar pukul 11 malam (31/07/2022). Setelah memakan sate yang dibagikan pada pawai obor menyambut tahun baru Islam.

Hingga kini, pihaknya mengaku hanya kekurangan ruang perawatan. Oleh karena itu sejumlah pasien dirawat di klinik yang ada di Ampalu. Dan sebagian dari masyarakat juga sudah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.

"Kami siap, dan obat cukup tidak ada kendala lainya dalam perawatan," ungkapnya. (uri)






BERITA BERIKUTNYA
loading...