Pemprov Kumpulkan Perusahaan, Perintah Presiden Minggu Depan Harga TBS Harus Diatas Rp 2.000 Per Kg

Pabrik Sawit Wajib Taati Instruksi Mendag

Kamis, 04 Agustus 2022 | 08:23:04 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengumpulkan pengelola perusahaan  Kelapa Sawit yang beroperasi di Jambi, pada hari ini, Kamis (4/8). Mereka akan melakukan rapat bersama membahas instruksi Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan terkait penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di atas Rp 2.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agus Rizal mengatakan, rapat dengan pengusahaan/perusahaan kelapa sawit tersebut dijadwalkan pada hari ini, Kamis 4 Agustus 2022.

"Rapat ini menindaklanjuti instruksi Mendag soal harga sawit harus diatas Rp 2.000 per kilo. Ke depan harga sawit kelihatannya akan naik. Ya meskipun secara perlahan," kata Agus, Rabu (3/8).

Menurut Agus, banyak perusahaan merasa keberatan dengan instruksi Mendag yang meminta harga TBS di atas Rp 2.000. Salah satu alasannya, masih banyak perkebunan milik petani tidak bermitra dengan perusahaan sawit.

"Pertama banyak petani kita yang belum bermitra dengan perusahaan. Kemudian juga masalah kualitas TBS nya. Dan banyak petani kita yang mencampurkan TBS kelapa sawit tidak sesuai dengan usia panennya," jelasnya.

Agus mengatakan, saat ini baru 10 sampai 15 persen perusahaan yang bermitra dengan petani. "Ke depannya, setelah rapat ini akan terus disosialisasikan agar semakin banyak perusahaan yang bermitra dengan petani," pungkasnya.

Di bagian lain, para petani sawit menyambut baik instruksi Mendag Zulkifli Hasan. Merekia berharap, instruksi tersebut benar benar dijalankan oleh perusahaan di Jambi. "Kita sangat senang mendengar kabar itu. Kami berharap harga sawit bisa naik. Semogar instruksi Mendag itu dilaksanakan oleh pabrik,’’ kata Sumartono, petani Sawit di Kecamatan Mestong, Muarojambi.

Menurut dia, selama ini instruksi pemerintah tidak dijalankan oleh perusahaan. Salah satunya soal penetapan harga TBS. ‘’ Selama ini harga yang ditetapkan Pemprov Jambi tidak pernah menjadi pedoman pabrik membeli sawit petani. Mudah mudahan instruksi Menteri ini ditindaklanjuti. Kalau perlu ada sanksi bagi perusahaan yang tidak menjalankannya,’’ katanya.

Sumartono menjelaskan, jika harga TBS Sawit Rp 2.000 perkilo, mereka sangat terbantu. Walaupun itu belum bisa dikatakan normal di kondisi sekarang. Karena harga pupuk masih sangat tinggi. ‘’ Ketika harga sawit Rp 3.000 per kilo dulu, harga pupuk terus naik. Namun, ketika harga sawit anjlok, harga pupuk masih tetap sampai sekarang. Ini yang memberatkan kita untuk melakukan pemupukan,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan memberikan peringatan kepada para pengusaha perkebunan untuk membeli tandan buah segar (TBS) sawit dengan harga minimal Rp 2.000 per kilogram. Permintaan itu disampaikan di depan para pengusaha sawit di Jambi.

"Saya minta mulai minggu depan, harga TBS harus di atas Rp 2.000 per kilogram dan para pengusaha wajib mentaati aturan yang telah disepakati," kata Zulkifli Hasan, Selasa, 2 Agustus 2022.

Zulkifli menuturkan Kementerian Perdagangan telah berdialog dengan para pengusaha dan petani sawit. Dalam dialog itu, ia menegaskan dalam sepekan, harga TBS sawit sudah mesti terkerek.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku mendapat perintah langsung dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk memastikan harga TBS membaik. Musababnya, pemerintah telah menghapus pungutan ekspor crude palm oil (CPO) untuk mempercepat pengiriman komoditas ke luar negeri sehingga harga TBS di tingkat petani terangkat.

"Ini Instruksi langsung dari Bapak Presiden, saya selaku Mendag menyampaikan bahwa minggu depan harga TBS sudah di atas Rp 2.000 per kilogram," tegas Zulkifli mengulangi permintaannya.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Gulat Manurung sebelumnya mengatakan harga tender CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) naik menjadi Rp 10.103 per kilogram. Namun, kenaikan itu dianggap masih belum signifikan dan tak membuat harga TBS sawit terdongkrak. "Beban sudah dikurangi, tapi harga CPO tender KPBN masih segitu-segitu juga," ucapnya, dikutip dari Tempoi.Co, Senin, 1 Agustus 2022.

Gulat mengatakan saat ini perusahaan seharusnya menikmati kenaikan harga CPO lantaran berhentinya kebijakan flush out (FO) per 31 Juli dan penghapusan pungutan ekspor. Sebelum pemerintah menghapus sementara pungutan ekspor sawit, harga CPO tender di KPBN tercatat Rp 9.000 per kilogram.

Menurut perhitungan Gulat, setelah pungutan ekspor dihapus dan beban FO sebesar US$ 200 tak lagi berlaku, harga CPO semestinya naik Rp 6 ribu per kilogram atau menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Dengan demikian, harga TBS petani bisa terangkat menjadi Rp 3.000 per kilogram.

Gulat pun menyebut, saat ini semestinya tidak lagi ada alasan pabrik membeli TBS sawit di tingkat petani dengan harga murah. Ia mencontohkan acuan harga CPO Roterdam yang besarannya pada Senin, 1 Agustus 2022, US$ 1.100 per ton. Dari perhitungan itu, seharusnya harga TBS petani naik menjadi sekitar Rp 2.500 per kilogram. "Entah apa lagi alasan PKS (pabrik kelapa sawit) dan eksportir tetap membeli murah TBS kami," ujar Gulat. (rey/ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...