Keluarga Belum Terima, Minta Dilakukan Penyelidikan Lebih Mendalam

Polisi Pastikan 4 Korban Tewas Kecelakaan

Jumat, 05 Agustus 2022 | 08:28:45 WIB

(RUDI SAPUTRA/JAMBI ONE)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Polisi memastikan empat korban meninggal dunia di Jalan Jendral Sudirman dekat Masjid Al-As,adiyah Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Minggu (31/7) lalu murni akibat kecelakaan tunggal. Bukan akibat penganiayaan. Keempat korban yakni Agus Mahipal, Anton Fhelerdo, Dendi dan Andri Fadillah.

Penegasan ini disampaikan Kasatlantas Polresta Jambi Kompol Aulia Rahmad berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sudah mereka lakukan. Aulia mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi yang menyaksikan langsung kejadian kecelakaan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan itu, para saksi menyatakan keempat korban murni mengalami kecelakaan tunggal. Bukan dibacok oleh geng motor. “Hasil olah TKP dan saksi mata serta korban yang selamat, mereka kecelakaan dibawah pengaruh alkohol dari tempat hiburan malam,” Katanya, Kamis (4/8) kemarin. 

Aulia menjelaskan kronologis kejadian kecelakaan tersebut. Saat kejadian, kedua motor yang masing masing ditumpangi tiga dan dua orang tersebut melaju kencang dari Makam Pahlawan ke arah Jambi Prima Mall Trona. Pada saat sampai di tikungan dekat toko Popular mereka hilang kendali. “Satu motor menabrak trotoar dan masuk parit. Satu motor lagi hilang kendali nabrak trotoar dan menabrak pembatas toko,” ujarnya.

Selain olah TKP dan pemeriksaan saksi, pihak kepolisian juga telah megambil bukti dari beberapa titik rekaman CCTV. "Dari rekaman CCTV tidak ada indikasi penyelenggaraan, sehingga kejadian ini murni kecelakaan," tegasnya.

Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudistira juga membantah keempat korban tewas akibat dari dianiaya geng motor. “Kita pastikan bahwa itu tidak benar. Kita juga sudah melakukan penyelidikan mengenai adanya dugaan mereka ini sudah ribut sebelum adanya kejadian tersebut,” jelasnya.

Menurut Andri, antara korban pengendara kedua motor ini tidak saling mengenal satu sama lain. “Mengenai luka yang ada pada korban saat ini kita masih menunggu hasil visum dari dokter,” tambahnya.

Terkait barang bukti dua senjata tajam berupa pisau pemotong daging dan sebilah badik yang ditemukan di lokasi kejadian, Andri mengatakan senjata tajam itu ditemukan di dekat sepeda motor korban. Ditanya milik siapa senjata tajam itu, dia pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. " Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, sebab ditemukan di lokasi kejadian," pungkasnya.

Di bagian lain, pihak keluarga korban masih belum yakin tewasnya Agus Mahipal, Anton Fhelerdo, Dendi dan Andri Fadillah akibat kecelakaan. Keluarga Agus dan Antgon, dua dari empat korban curiga putra mereka meninggal akibat dianiaya geng motor.

Arifin Ramzi, orang tua dari almarhum Anton Fhelerdo mengatakan luka yang dialami anaknya sangat mengganjal di hati keluarga yang ditinggalkan. "Luka paling parah itu di bagian belakang kepala yang remuk, dan kedua dengkulnya remuk," katanya Kamis (4/8) kemarin.

Manueut Arifin, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian anak kesayangannya. Hanya saja mereka ingin perkara ini terang benderang. "Pihak keluarga juga sudah meminta kepada kuasa hukum untuk membantu agar peristiwa ini tidak simpang siur," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Agus Mahipal dan Anton Fhelerdo, Fikri Riza mengatakan pihaknya masih mempertanyakan penyebab kematian anak kliennya. Sebab keterangan dari pihak kepolisian mereka mengalami kecelakaan tunggal.

"Kata pihak kepolisian kecelakaan tunggal. Tapi pihak keluarga almarhum merasa ada yang ganja. Sebab saat dimandikan ada luka mengangga di bagian belakang kepala. Kemudian ada luka di pipi seperti sayatan benda tajam," ungkapnya.

Fikri mengatakan, jika benar kejadian itu kecelakaan tunggal, seharusnya korban yang selamat dilakukan pendalaman. "Kita menghargai kinerja pihak kepolisian. Tapi alangkah baiknya jangan grasa-grusu. Harus ada pemeriksaan mendalam. Apalagi ada saksi yang masih hidup saat kejadian," sebutnya.

Fikri menegaskan, jika dilihat dari luka luka di tubuh korban, dalam kejadian itu ada tindakan dugaan penganiayaan. "Itu pendapat kami yang mewakili keluarga. Bukannya berasumsi. Kami dari pihak keluarga Agus dan Anton bukan hanya minta visum saja. Bila perlu aotopsi. Apabila nanti hasilnya memang meninggalnya anak kami karena kecelakaan, tentu kami sudah mengikhlaskan kepergian mereka " paparnya.

Terkait penemuan senjata tajam di lokasi kejadian, Fikri tidak mau memberikan tanggapan, karena belum diketahui pasti siapa pemiliknya. "Mengenai senjata tajam kita tidak tahu punya siapa. Apa lagi anak anak kami ini disebut berkendara dalam kondisi mabuk. Kan belum ada pemeriksaan secara komprehensif," imbuhnya

"Kami tidak mau pihak kepolisian menyebutkan ini kecelakaan tunggal. Katanya ada 4 orang saksi, itu harus di tunjukkan. Apa lagi diantara korban yang meninggal ada yang tidak saling mengenal" pungkasnya.(Usd)






BERITA BERIKUTNYA
loading...