Jika Melanggar Kesepakatan Akan Disanksi, Paling Berat Izin Operasional Dicabut

Gubernur: Pabrik Wajib Beli TBS Rp 2.016 per Kg

Jumat, 05 Agustus 2022 | 08:31:12 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Jambi Rp 2.016 per kilogram (Kg). Pabrik Kelapa Sawit (PKS) wajib membeli TBS petani dengan harga yang sudah ditetapkan tersebut. Penetapan harga ini diputuskan dalam rapat (pertemuan) dengan para pengusaha PKS yang beroperasi di Provinsi Jambi, di auditorium rumah dinsa Gubernur Jambi, Kamis (4/8).

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan terkauit penetapan harga sawit di Jambi harus diatas Rp 2.000 per kilo. Selaku gubernur, Al Haris langsung cepat merespon. Dalam pertemuan debngan pengusaha PKS tersebut, Haris mengatakan hingga saat saat ini harga TBS kelapa sawit di Jambi belum stabil.

Maka dari itu, kata Al Haris, pemerintah mencoba melakukan pengaturan harga. ‘’

"Tadi (dalam pertemuankemarin) kita putuskan invoice dan sebagainya yang ada, TBS di Jambi itu Rp 2.016 per kilogram. Kita akan pantau ini sampai ke tingkat paling bawah," kata Haris kepada wartawan usai pertemuan.

Haris meminta pengusaha memberikan alasan yang tepat apabila tidak mau mengikuti harga TBS yang sudah ditetapkan itu. Mantan Bupati Merangin dua periode itu mengingatkan akan ada sanksi bagi pengusaha yang tidak menjalankan kesepakatan tersebut. Yang terberat adalah pencabutan izin operasional.

"Apabila dia (pengusaha, red) melanggar, kita akan tegur sekali, dua kali, tiga kali. Setelah itu baru kita akan cabut izinnya," tegas gubernur yang biasa dipanggil Wo Haris ini.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agus Rizal menambahkan, pada pertemuan kemarin Pemerintah Provinsi Jambi mengundang sebanyak 70 pengusaha PKS di Jambi. Dari jumlah tersebut,  49 pengusaha PKS yang hadir. "Yang tidak datang nanti kita beri surat teguran. Dan mereka yang tidak datang harus mengikuti harga TBS yang sudah ditetapkan," tegasnya.

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan memberikan peringatan kepada para pengusaha perkebunan untuk membeli tandan buah segar (TBS) sawit dengan harga minimal Rp 2.000 per kilogram. Permintaan itu disampaikan di depan para pengusaha sawit di Jambi.

"Saya minta mulai minggu depan, harga TBS harus di atas Rp 2.000 per kilogram dan para pengusaha wajib mentaati aturan yang telah disepakati," kata Zulkifli Hasan, Selasa, 2 Agustus 2022.

Zulkifli menuturkan Kementerian Perdagangan telah berdialog dengan para pengusaha dan petani sawit. Dalam dialog itu, ia menegaskan dalam sepekan, harga TBS sawit sudah mesti terkerek.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku mendapat perintah langsung dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk memastikan harga TBS membaik. Musababnya, pemerintah telah menghapus pungutan ekspor crude palm oil (CPO) untuk mempercepat pengiriman komoditas ke luar negeri sehingga harga TBS di tingkat petani terangkat.

"Ini Instruksi langsung dari Bapak Presiden, saya selaku Mendag menyampaikan bahwa minggu depan harga TBS sudah di atas Rp 2.000 per kilogram," tegas Zulkifli mengulangi permintaannya.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Gulat Manurung sebelumnya mengatakan harga tender CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) naik menjadi Rp 10.103 per kilogram. Namun, kenaikan itu dianggap masih belum signifikan dan tak membuat harga TBS sawit terdongkrak. "Beban sudah dikurangi, tapi harga CPO tender KPBN masih segitu-segitu juga," ucapnya, dikutip dari Tempoi.Co, Senin, 1 Agustus 2022.

Gulat mengatakan saat ini perusahaan seharusnya menikmati kenaikan harga CPO lantaran berhentinya kebijakan flush out (FO) per 31 Juli dan penghapusan pungutan ekspor. Sebelum pemerintah menghapus sementara pungutan ekspor sawit, harga CPO tender di KPBN tercatat Rp 9.000 per kilogram.

Menurut perhitungan Gulat, setelah pungutan ekspor dihapus dan beban FO sebesar US$ 200 tak lagi berlaku, harga CPO semestinya naik Rp 6 ribu per kilogram atau menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Dengan demikian, harga TBS petani bisa terangkat menjadi Rp 3.000 per kilogram.

Gulat pun menyebut, saat ini semestinya tidak lagi ada alasan pabrik membeli TBS sawit di tingkat petani dengan harga murah. Ia mencontohkan acuan harga CPO Roterdam yang besarannya pada Senin, 1 Agustus 2022, US$ 1.100 per ton. Dari perhitungan itu, seharusnya harga TBS petani naik menjadi sekitar Rp 2.500 per kilogram. "Entah apa lagi alasan PKS (pabrik kelapa sawit) dan eksportir tetap membeli murah TBS kami," ujar Gulat. (rey/ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...