Pendemo Desak Penyesuaian Tarif dan Pembatasan Driver Baru

Rabu, 21 September 2022 | 08:37:40 WIB

TRANSPORTASI DARING: Ratusan warga yang tergabung dalam pengemudi transportasi daring berdemo menuntut aplikator menaikkan tarif dasar sebagai konsekuensi kenaikan harga BBM bersubsidi.
TRANSPORTASI DARING: Ratusan warga yang tergabung dalam pengemudi transportasi daring berdemo menuntut aplikator menaikkan tarif dasar sebagai konsekuensi kenaikan harga BBM bersubsidi. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Ratusan massa yang tergabung dalam Ojek Online di bawah naungan Maxim dan Gocar melakukan aksi demo di Gedung DPRD Kota Jambi, Selasa (20/9). Para pendemo menuntut agar aplikator menaikkan tarif dasar, karena dianggap tak sesuai dengan kenaikan BBM.

Salah satu pendemo mengatakan bahwa  pendapatan mereka pasca kenaikan BBM mengalami penurunan dibandingkan sebelum kenaikan BBM.

"Teman teman ini punya anak punya istri, serta ada mobilnya yang masih kredit. Tentunya ini sangat berat sekali," ujarnya saat orasi.

Yang menjadi tuntutkan yakni penyesuaian tarif karena tarif tidak sesuai dengan kondisi saat ini. "Tarif dasar empat ribu rupiah per kilometer, yang kita tuntut kisaran enam ribuan per kilometer," katanya.

Selain itu, aplikator bisa melakukan penyesuaian Maps agar perhitungan diukur berdasarkan jalan utama, bukan jalan terdekat, yang terkadang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Pendemo juga mendesak penutupan pendaftaran driver baru. Lalu menolak adanya iklan stiker dimobil mitra, menghentikan sistem prioritas dan non prioritas.

"Kami juga meminta penjelasan potongan - potongan termasuk potongan ansuransi yang ada dalam aplikasi," jelasnya.

Masa yang datang tersebut diterima dengan baik oleh DPRD Kota Jambi. Wakil DPRD kota Jambi, M. Fauzi mengatakan jika memang dampak kenaikan BBM sangat dahsyat.

Ia menganggap, aplikator aplikasi online (Maxim, Gocar red) saat ini tidak begitu serius menanggapi masalah para driver online.

"Nanti akan kerjasama dengan Pemkot Jambi dan panggil aplikator itu untuk menyelesaikan hal ini. Ini khusus yang kendaraan mobil," ujarnya.

Dalam pembahasan nantinya, Fauzi mengatakan apakah kewenangan itu ditangani nasional atau daerah. "Kalau daerah kita bisa bantu, kalau nasional gimana. Mudah-mudahan nanti ada solusi terbaik," katanya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...