Berinovasi Mendidik Generasi Dengan Dialog Kinerja: Catatan ‘Kritis’ Hari Guru

Jumat, 25 November 2022 | 08:18:43 WIB

()

Oleh: Amri Ikhsan

 

Diharapkan peringatan Hari Guru tahun 2022 tidak hanya diisi dengan acara seremonial belaka, upacara peringatan dimana para guru didaulat menjadi pelaksana upacara dan dilanjutkan dengan pemberian ‘penghargaan’, tapi harus diisi dengan kegiatan yang lebih substantif agar guru memproyeksikan dirinya sebagai ‘human capital’, modal paling dasar dalam membangun bangsa.

Coba sekali kali diadakan ‘dialog kinerja’ antara guru dengan stakeholder dalam rangka komunikasi intensif dalam mengulas ekspektasi pimpinan dan ulasan (review) kinerja guru dalam rangka pengambilan tindakan untuk memperbaiki kinerja, mengarahkan dan memotivasi guru untuk berkinerja dengan baik, mengubah cara berpikir dan bertindak demi kualitas pembelajaran. 

Dialog ini bertujuan untuk memperjelas ekspektasi kinerja dari pimpinan yang akan dikerjakan oleh guru sebagai indikator kinerja, meningkatkan kerjasama antar stakeholder, mengambil keputusan atas perubahan yang berdampak terhadap strategi terbaik guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk ‘melenjitkan’ kompetensi siswa.

Dialog itu bukan sekedar pertemuan pimpinan dengan guru atau ‘obrolan biasa’, tetapi harus tercipta dialog yang ‘lebih serius’ dan lebih ‘akademis’ yang mampu menumbuhkan keterlibatan (engagement), serta upaya untuk memberdayakan (empower) guru untuk secara total berkontribusi meningkatkan kualitas pembelajarannya. 

Ekspektasi pimpinan disampaikan secara terbuka kepada guru dan guru merespon ‘harapan’ ini dan memberikan umpan balik terhadap capaian, maupun kendala yang dihadapi dalam memenuhi ekspektasi tersebut. Disini muncul ‘diskusi hangat’ untuk menentukan treatment yang tepat terhadap eksptektasi tersebut. 

Dalam dialog ini, pimpinan dan guru menetapkan dan berdiskusi tentang strategy review meeting, 90% porsi diskusi digunakan untuk membahas masa depan dan bukan hanya pencapaian indikator Kinerja di masa lalu (Kemenkeu). Konsep ini perlu dikembangkan karena masa depan bisa didisain dan direkayasa untuk performa yang lebih baik, dan menjadikan ‘masa lalu’ sebagai acuan perbaikan.

Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara. Pengelolaan kinerja guru tidak hanya sekedar menilai kinerja pegawai (performance appraisal) tetapi sebagai instrumen untuk mengembangkan kinerja pegawai (performance development). Pengelolaan kinerja guru tidak hanya sekedar hanya merencanakan diawal dan mengevaluasi di akhir, namun konsentrasi tetap memperhatikan pemenuhan ekpektasi pimpinan. 

Kinerja individu guru harus mendukung keberhasilan kinerja satuan pendidikan. Kinerja guru mencerminkan hasil kerja bukan sekedar uraian tugas namun tetap mempertimbangkan prilaku yang ditunjukkan selama bekerja dan berinteraksi dengan orang lain.

PermenPANRB nomor 6 tahuan 2022 diharapkan memberikan impact atau dampak yang diharapkan dalam merubah mindset kinerja guru sekaligus merubah kinerja institusi. Dan ini berawal dari peran pemimpin (leader) dalam memastikan tercapainya sasaran kinerja melalui dialog kinerja. 

Kualitas satuan pendidikan sebagai sebuah organisasi memerlukan suatu strategi yang matang yang tercermin pada misi, misi dan program yang ditetapkan. Harus diakui bahwa visi dan misi yang bagus tidak menjamin kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. 

Sering sekali satuan pendidikan gagal mengeksekusi visi dan misi yang sudah ditetapkan bukan karena strategi yang tidak matang, personil yang tidak kompak atau perencanaan yang lemah, tapi lebih banyak katena ketidakmampuan menguji dan mengadaptasi kinerja guru dan tenaga kependidikan. 

Maka yang harus dilakukan satuan pendidikan adalah menghadirkan dialog kinerja pimpinan dengan guru dalam format rapat evaluasi kinerja untuk menyelaraskan visi, misi, program dan tujuan pendidikan di sekolah/madrasah.

Dialog kinerja merupakan sebuah praktek manajemen yang mempertemukan atasan dan bawahan langsung, teratur, terstruktur, dan direncanakan serta menggunakan data kinerja untuk meninjau kinerja masing-masing unit dan memahami akar penyebab kesenjangan kinerja kemudian memutuskan cara mengatasinya dan menyepakati rencana aksi. (Mc Kinsey)

Prinsip utama dalam dialog guru dan pimpinan: pertama, faktual (Fact Based) yaitu berdasarkan data yang kredibel dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat. Kedua, aksi (Action Oriented) yaitu berfokus pada rencana aksi dan guru berkomitmen untuk melaksanakan rencana aksi tersebut. Ketiga, konstruktif dan menantang (Constructive and Challenging) yaitu guru aktif menyampaikan pendapat yang bersifat terobosan dan pimpinan wajib memberikan umpan balik. Keempat, Output yang jelas yaitu menghasilkan solusi atas isu utama yang menjadi fokus pembahasan.

Permen ini kelihatannya ‘mengajak’ pimpinan dan guru berkolaborasi untuk mengeluarkan ide-ide dan memberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat serta mengambil keputusan final. Permenpan RB no 6/2022 tentang tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN hadir untuk mengubah pola kerja guru yang selama ini menunggu ‘instruksi’ dari pimpinan menjadi pihak yang aktif menyampaikan gagasan dan memiliki kemampuan untuk mngeksekusi gagasan itu kedalam kerja nyata. 

Dalam dialog kinerja, kolaborasi dan diskusi harus menjadi media utama dalam berkomunikasi, saling memberi dukungan apa saja yang bisa diberikan oleh pimpinan agar guru bisa memenuhi ekspektasi pimpinan. Harus disepakati juga konsekuensi atas pencapaian kinerja, indikator keberhasilan kinerja dan skema pertanggungjawaban. 

Dengan dialog kinerja, akan terpenuhi kebutuhan dasar guru dalam menjalankan tugasnya: kebutuhan fisiologis, kebutuhan Rasa Aman, kemudian Kebutuhan Sosial, dan akhirnya tercapai jkebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri seperti yang ada dalam teori Abraham Maslow

Diyakini keberadaan dialog kinerja akan memperkuat core values ASN BERAKHLAK yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif. Kalau guru sudah menerapkan core ini tentu dalam waktu dekat ada lonjatan prestasi siswa yang akan menggembirakan semua pihak.

ASN (GURU) BERAKHLAK secara otomatis akan merubah wajah kinerja satuan pendidikan di ruang publik. Dengan dukungan guruyang berkualitas yang memiliki rating kinerja “diatas ekpektasi” yaitu guru yang secara konsisten terus belajar dan menulis apa yang diperjari dengan tetap menjalankan core values ASN untuk diri sendiri dan orang lain.

Permen ini ‘secara tidak langsung’ menyatakan bahwa pimpinan bukan lagi ‘orang biasa’ tapi orang pilihan yang kaya dengan pemikiran dan inovasi. Berani memilih pimpinan ‘seperti ini’, kita tunggu saja!

*) Penulis adalah Pendidik di Madrasah



Tags:



BERITA BERIKUTNYA
loading...