Oleh Fitriani_teta

Fenomena Hamil di Luar Nikah, Kok bisa?

Jumat, 20 Januari 2023 | 21:04:53 WIB

()

Jambione.com- Diawal tahun 2023 Indonesia mendapat berita mengejutkan. Penerus generasi saat ini telah kehilangan arah dan tujuan kehidupan. Diberitakan dari Kabupaten Lumajang tercatat menjadi daerah yang mengeluarkan dispensasi nikah tertinggi, yakni mencapai 2.223.

Perinciannya, terdiri atas 1.281 untuk anak perempuan dan 942 untuk anak laki-laki. Daerah selanjutnya adalah Kabupaten Malang dengan catatan 1.499 dispensasi nikah yang dikeluarkan, dikutip dari (republika.id 17/01/2023).

Berdasarkan data Pengadilan Agama Ponorogo, 125 pemohon dispensasi nikah dini dikabulkan karena alasan hamil dan melahirkan.Selain itu pihak pengadilan juga mengabulkan 51 anak yang memohon dispensasi kawin dengan alasan pacaran. Total ada 176 pengajuan dispensasi nikah dini yang dikabulkan, dikutip dari (Kompas.com 17/01/2023).

Pernikahan usia dini untuk Kabupaten Batanghari terdapat 30 orang, Kabupaten Bungo 38 orang, Kota Jambi 33 orang, Kerinci 10 orang, Merangin 16 orang dan Muaro Jambi 56 orang.

dan Kabupaten Sarolangun sebanyak 50 orang, Sungai Penuh 7 orang, Kabupaten Tanjab Barat 96 orang, Kabupaten Tanjab Timur 58 orang dan Kabupaten Tebo 33 orang.

Jika dihitung dari keseluruhan dari 11 Kabupaten/Kota yang menikah di usia dini yakni sebanyak 300 orang dikutip dari (Tribun Jambi 17/01/2023) 

Sungguh angka yang fantatis melihat remaja saat ini yang hamil diluar nikah. Hingga mengajukan nikah dimasa masa masih sekolah apakah ini bentuk solusi? 

*Remaja Krisis Iman*

Di tengah gempuran arus gaya hidup yang hedon dan sekuler, banyak generasi yang ikut arus dalam pusaran budaya liberal. Melalui media, hedonisme, liberalisme hadir di ruang interaksi generasi muda. Dari perfilman, syair lagu, sampai iklan, semua menghadirkan bayang-bayang yang meneror, bahkan sudah masuk kedalam pikiran generasi. Di usia muda pada akhirnya remaja banyak teraktualisasi secara liar tanpa batas.

Iman remaja saat ini jauh dari ketaatan.Sekuler sudah menghujam dijati diri remaja sehingga kita dapati sekarang remaja saat ini hanya disibukkan oleh fun food fashion dan love relationship. Ditambah lagi perfilman yang di suguhkan semua berupa gharizah nau'q. Semua terekam di otak anak adalah cinta, rasa, pergaulan dan inilah tontonan yang menjadi contoh remaja dalam menunjukkan prilaku. Dengan alhasil pergaulan yang diterapkan oleh generasi menghasilkan kerusakan yaitu hamil diluar nikah sampai kepada dispensasi nikah diusia muda. 

Pernikahan memang merupakan solusi atas munculnya keinginan untuk memenuhi tuntutan naluri nau’ (ketertarikan pada lawan jenis). 

Pernikahan diusia muda tidak lah salah dalam pandangan islam. Islam justru menganjurkan para pemuda yang telah mampu untuk menikah. Rasulullah saw. bersabda, “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah. Sebab, pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Siapa saja yang belum mampu menikah, hendaklah ia berpuasa karena puasa adalah perisai baginya.” (Muttafaq ‘alaih).

Yang menjadi kesalahan dari kasus ini adalah ngebet menikah karena dalam kondisi telah berhubungan zina.  

Rasulullah SAW sendiri pun mengingatkan kepada umatnya akan beratnya hukuman pelaku zina. Dan dosa zina menurut islam, adalah tergolong dosa besar setelah syirik. Seperti dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya," (Ibnu Abi al-Dunya).

Bagaimana jika dunia harus diisi generasi yang lahir dari hasil hubungan haram?? Nasab tidak bisa dipakai, anak dari hasil hubungan zina tidak bisa ayah nya menjadi wali nikah dan salah satu ulama fiqih terkenal, Imam Syafi'i pernah menjelaskan bahwa dosa zina adalah utang. Seperti dalam 'Imannul Taqwa' halaman 15. yang artinya: "Sebab ketahuilah oleh kalian bahwa sesungguhnya zina adalah utang. Dan sungguh utang tetaplah utang. Salah seorang dalam nasab/keturunan pelakunya pasti harus membayarnya." Nauzubillah

*Butuh solusi sistemik*

Perzinahan memang sudah menjamur dari masa jahiliyah Arab. Dari zaman ke zaman hingga saat ini zina sudah menjalar di kehidupan. Fakta menunjukkan bahwa keberadaan laki-laki dan perempuan dapat membangkitkan naluri nau'q ataupun naluri mencintai, suka sama suka, menyayangi sehingga saat naluri itu terbangkitkan akan terjadi interaksi seksual diantara kedua nya. Bukan berarti islam melarang interaksi ternyata islam pun membolehkan interaksi dalam beberapa hal yaitu jual beli, kesehatan dan pendidikan. 

Islam hadir mengatur tata pergaulan karena Allah Maha tau ketika laki-laki dan perempuan tercampur dalam hal yang tidak syar'i maka yang timbul adalah kemaksiatan. Bukan islam melarang interaksi sosial tetapi semua terstruktur, tersistem dan Allah juga pasti memiliki sebab mengapa laki-laki dan perempuan itu kehidupan nya terpisah. Dalam sistem aturan islam perempuan disibukkan oleh ilmu dan mereka terjaga oleh ilmu. Bercermin kepada sejarah peradaban Islam, ada salah satu potret perempuan saleha dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu ini yakni Ummu Al-Hasan. Ia adalah murid dari Baqi’ bin Makhlad rahimahullah. Baqi’ bin Makhlad (wafat 276 H/889 M) pernah berjalan dari Spanyol ke Baghdad untuk belajar hadis ke Imam Ahmad bin Hanbal. Dari kisah Ummu Al Hasan ini terdapat hikmah yang agung tentang mulianya perempuan dengan ilmu. Bukan hanya laki-laki, perempuan juga wajib menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Rasulullah dari Anas bin Malik, beliau Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim.” (HR. Al Baihaqi). Ummu Al Hasan merupakan perempuan asal Andalusia (kini Spanyol). Meski terhalang jarak dengan pusat peradaban Islam, ia tak patah arang untuk belajar syariat. Statusnya sebagai perempuan pula tak menghalanginya untuk menekuni ilmu agama sebagaimana para pria. 

Luar biasa, ini baru 1 dari sekian banyak wanita. Maka apakah kita tidak bisa meneladani mereka? Sejatinya wanita adalah madrasatul ula' jika ibu nya saja terbentuk dari paham yang salah maka sampai ke generasi keturunan yang ia lahirkan pun akan mengikuti paham ibu nya. (*)

Waalahualam bi showwab 

Sumber: 

https://www.republika.id/posts/36525/15-ribu-anak-nikah-dini-mayoritas-hamil-duluan

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/surabaya/read/2023/01/17/105442478/125-anak-di-ponorogo-hamil-di-luar-nikah-dan-ajukan-dispensasi-nikah-dini

https://www.google.com/amp/s/kalam.sindonews.com/newsread/169998/72/ummu-al-hasan-potret-pentingnya-perempuan-mencari-ilmu-1600510169

Baca artikel detiknews, "Dosa Zina dan Hukumannya" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-4738490/dosa-zina-dan-hukumannya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

https://pilarjambi.com/tanjab-barat-tertinggi-pernikahan-usia-dini/






BERITA BERIKUTNYA
loading...