Sebanyak 20 Ribu Berkas telah di Proses dan Dicetak

25 Ribu Anak Ajukan Pembuatan KIA

Selasa, 24 Januari 2023 | 07:30:04 WIB

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi, Nirwan Ilyas.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi, Nirwan Ilyas. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Sebanyak 25 ribu berkas pengajuan kartu identitas anak (KIA) diajukan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Jambi Sejak November 2022 hingga Januari 2023. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi, Nirwan, Senin (23/1).

"Berkas tersebut berasal dari pelajar PAUD, TK, SD dan SMP di Kota Jambi," katanya.

Nirwan mengatakan, memang pihaknya bekerjasama dengan sekolah-sekolah di Kota Jambi untuk menghimbau warga Kota Jambi dalam pembuatan KIA.

"KIA ini penting untuk memberikan identitas pada anak, dari 25 ribu berkas yang diajukan sekolah, sebanyak 20 ribu berkas telah di proses dan dicetak," katanya.

Nirwan menjelaskan, di Kota Jambi ada sebanyak 160 ribu anak wajib KIA, hingga saat ini pihaknya sudah menerbitkan sebanyak 90 ribu KIA.

"Sudah atau 60 persen yang kita terbitkan. Angka ini sudah melebih dari target nasional yaitu 80 ribu atau 50 persen KIA," imbuhnya.

Meski demikian kata Nirwan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Kota Jambi untuk mengurus berkas pembuatan KIA bagi anak mereka.

"Karena KIA ini memiliki fungsi sama pentingnya dengan KTP, cukup melampirkan kartu keluarga dan akta lahir anak ke Dinas Dukcapil, KIA akan langsung dicetak. Tanpa dipungut biaya," katanya. 

Disamping itu sebut Nirwan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jambi juga sudah mulai melakukan perekaman data KTP elektronik bagi calon pemilih pemula. Perekaman data dilaksanakan di Ruang Pelayanan Disdukcapil dan juga jemput bola ke sekolah-sekolah.

"Kami mulai melakukan perekaman KTP elektronik untuk warga yang lahir sebelum tanggal 27 November 2007. Ini dilakukan sebagai persiapan untuk pelaksanaan menuju Pemilu tahun 2024," katanya. 

Nirwan juga mengatakan, siswa harus mengurus dokumen kependudukan yang penting seperti KTP-el, akta lahir, KIA, KK dan lainnya. 

“Ini akan terus kita kembangkan khususnya untuk mendukung data pemilih yang valid, bisa kita mulai dari sekarang. Jadi tidak tergesa-gesa pada saat mendekati hari H. Bukan hanya siswa, tapi warga yang sudah berusia 16 tahun dan 17 tahun," katanya.

Upaya ini kata dia, sesuai dengan arahan Dirjen Dukcapil yang memerintahkan Dinas Dukcapil di daerah agar fokus melayani perekaman KTP-el ke sekolah dan kampus. Sebab, mayoritas warga yang belum memiliki KTP-el berasal dari kelompok umur pemilih pemula.

"Setelah dilakukan perekaman, bagi pelajar yang telah berusia 17 tahun, KTP elektroniknya akan langsung dicetak. Sementara bagi yang masih berusia 16 tahun, KTP-el yang bersangkutan akan dicetak saat usianya sudah 17 tahun," katanya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...