Insiden Pasien Meninggal di RSI Arafah

Ombudsman Minta Keluarga Melapor

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:19:12 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Pelayanan Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah Kota Jambi dikomplain. Protes itu terjadi lantaran keluarga pasien menilai penanganan yang lambat oleh pihak rumah sakit, terhadap pasien yang mengalami luka tikam. 

"Penanganan Rumah Sakit Arafah, sudah 4 jam tidak ada tindak lanjut, pasien luka - luka bukannya di jahit, tapi malah dibiarkan, sampai mati tidak ada tindak lanjut," kata seorang didalam video yang viral dijagat maya, Sabtu (21/1) lalu.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi menyayangkan kejadian tersebut. 

"Saya sudah sering ingatkan dan menghimbau, setiap rumah sakit managemen pelayanannya itu adalah managemen darurat. Jangan ada kesan 'abai' terutama untuk pasien-pasien yang bersifat darurat atau emergency," kata Saiful saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/1).

Saiful menambahkan, atas insiden yang menyebabkan kematian salah satu pasien di RSI Arafah Sabtu lalu, pihaknya belum mendapat laporan apakah ada tindakan mal administrasi atau mal praktek. 

"Untuk mengetahui hal itu, saya mendorong kepada keluarga korban untuk melapor ke Ombudsman, biar nanti kita cek. Lalu kita juga minta, karena RSI Arafah ini bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, pihak BPJS Kesehatan juga harus mengecek jika ada prosedur pelayanan yang dilanggar, jika memang pasien itu (korban) merupakan pasien BPJS Kesehatan," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya sering mendengar keluhan dari pasien BPJS Kesehatan yang tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal. "Makanya kita minta BPJS Kesehatan juga mengecek hal itu," jelasnya.

Kata Saiful, pihak keluarga berhak melanjutkan atas ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

"Mau dilanjutkan ke ranah hukum atau melapor ke Ombudsman bisa saja, jika memang dirasa ada prosedur yang tidak sesuai yang dilakukan pihak rumah sakit," tambahnya.

Jika nanti dalam penyelidikan terbukti ada kelalaian rumah sakit, maka direktur harus mengevaluasi kinerja petugas layanan yang diduga kuat abai dan lali terhadap layanan publik. "Harus ada sanksi, makanya kita minta pihak keluarga untuk melapor ke Ombudsman, biar kami tindaklanjuti," jelasnya.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly mengatakan seharusnya hal ini tidak perlu terjadi. Selaku anggota komisi IV DPRD kota Jambi sangat menyesalkan jika memang terjadi keterlambatan dalam memberikan pelayanan di ruang gawat darurat.

"Apalagi jika dilihat dari pemberitaan atau video yang beredar, korban sebelum nya ditikam. Harus cepat dilakukan tindakan," jelasnya.

Kata Kemas Faried, hal ini mungkin persoalan ini akan diteruskan kepada pimpinan komisi IV untuk memanggil manajemen RSI Arafah untuk diminta keterangan.

"Apakah karena prosedur layanan yang kaku, sehingga harus menunggu waktu 4 jam baru di lakukan tindakan. Kedepan harapan saya tidak terulang kembali kejadian seperti ini, karena ini menyangkut nyawa manusia," pungkasnya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...