Fasha: Saya akan Gunakan Otoritas Saya, Jika Tetap Nekat akan Diberi Sanksi Tegas dan Denda Puluhan

Wali Kota Berang Truk Batu Bara Masuk Kota

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:23:00 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Wali kota Jambi H Syarif Fasha merasa kesal dan berang masih banyak truk angkutan batu bara yang masuk ke jalan dalam Kota Jambi. Dia menegaskan truk angkutan batu bara sudah jelas dilarang masuk ke dalam Kota Jambi.

Jika para sopir truk batu bara masih tetap nekat membawa mobilnya masuk ke jalan dalam Kota Jambi akan ditindak tegas. Selain dikandangkan, sopir juga akan dikenakan denda puluhan juta.

Penegasan ini disampaikan Fasha menanggapi masih banyak sopir truk batu bara yang masuk ke dalam kota. "Saya akan menggunakan otoritas saya untuk tidak memperbolehkan truk batu bara masuk jalan kota. Apapun alasannya, mereka hanya boleh lewat jalan lingkar," tegasnya, Selasa (24/1).

Menurut Fasha, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat bersama Forkompimda Kota Jambi untuk membahas masalah angkutan batu bara yang masuk ke jalan dalam Kota Jambia. "Saya sudah tegaskan insyallah nanti, besok atau lusa kami Forkompimda akan melakukan rapat," ujarnya.

Wali Kota Jambi dua periode ini mengatakan, selama ini pihaknya masih memberi toleransi truk batu bara diarah masuk ke jalan dalam Kota Jambi. Toleransi ini diberikan untuk mengurai kemacetan di jalan lingkar. Itupun dengan pengawalan pihak kepolisian.

Namun belakangan banyak sopir yang diam diam membawa truknya masuk ke jalan dalam Kota Jambi sehingga masyarakat yang jalannya dilalui truk batu bara resah. ‘’ Makanya kedepan saya akan mengambil tindakan tegas. Tidak ada lagi toleransi. Truk batu bara tidak boleh lagi masuk ke jalan dalam Kota Jambi, apapun alasannya,’’ tegas Fasha.

Jika ada yang tetap nekat, Fasha mengatakan akan diberi sanksi yang bisa membuat efek jera.

"Sanksinya yang pasti kita kena kan denda yang sebesar-besarnya," katanya.

Sebelumnya, Pada Senin (23/1/2023) malam, tim gabungan pengawas angkutan batu bara berhasil mengamankan dua mobil dan menilang delapan mobil angkutan batubara yang masuk dalam Kota Jambi.

Kepala Dinas Perhubungan kota Jambi, Saleh Ridho mengatakan, posko pengawasan didirikan di dekat Batalyon Kasang, Kota Jambi. "Kawasan itu merupakan pintu keluar menuju pelabuhan. Selain mendirikan posko, kami juga mengadakan patroli mobile," kata Saleh.

Pengawasan dan penertiban Angkutan Batubara ini kata Saleh, akan dilakukan hingga situasi kondusif. "Kita akan adu bosan, kami (petugas, red) yang bosan atau sopir," katanya.

Dari hasil pengawasan dan penertiban Angkutan Batubara tadi malam, pihaknya berhasil menilang 8 truk Batubara tanpa muatan, dan dua kendaraan berisi muatan ditahan.

"Yang delapan itu selain kita tilang juga kita putar balik, sementara dua yang berisi muatan ditahan di Polresta," jelasnya.

Untuk truk yang berisi muatan itu, akan ditahan selama dua minggu atau bahkan sebulan. Hal itu untuk memberikan efek jera. "Jadi kalau nekat kita tahan dua minggu atau bahkan sebulan, jadi tentu ini merugikan mereka. Karena tidak bisa narik Batubara lagi. Ini bentuk komitmen Pemkot Jambi guna memberikan rasa nyaman kepada masyarakat," katanya.

Saeleh menjelaskan, cara bertindak Timdu, ada tiga cara. Pertama di posko sendiri yang merupakan jalur pintu keluar, yang biasanya dilalui oleh sopir batubara masuk kota. Kedua adalah dengan melakukan patroli mobile melalui unit patroli pada ruas-ruas dalam kota Jambi. Jika ditemukan mobil angkutan batubara, maka akan digiring ke Posko terpadu untuk dilakukan penindakan. Ketiga adalah dengan pemantauan melalui CCTV seluruh kota yang ada di Ruang Kendali JCOC.

"Posko terpadu ini mulai beroperasi dari jam 23.00 sampai 05.00 pagi. Sampai kapan posko terpadu ini dilaksanakan, kita belum tahu sampai dengan benar-benar situasi kondisi kondusif dan sopir batubara tidak lagi berani masuk kota," pungkasnya.(ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...