Korban Disekap Enam Hari, Diancam dan Dipaksa Melayani Pria Berhubungan Intim

Dua ABG Dijual ke ‘Hidung Belang’

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:25:01 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, KUALATUNGKAL – Dua gadis dibawah umur di Kuala Tungkal, Tanjab Barat jadi korban perdagangan orang. Kedua Anak Baru Gede [ABG] yang baru berumur 11 dan 14 tahun tersebut diduga ke pria hidung belang di Kota Jambi.

Kasus ini mencuat setelah orang tua korban melapor ke Polres Tanjab Barat. Ibu korban RK mengungkapkan, anaknya berusia 11 tahun dan keponakannya berusia 14 tahun dijual oleh temannya sendiri. Menurut dia, kedua korban dibawa pelaku ke Kota Jambi.

Awalnya kata sang ibu, kedua anak tersebut pergi dari rumah sejak Senin 16 Januari 2023. Ditunggu-tunggu kedua perempuan itu tak pulang ke rumah. Bahkan hingga dua hari tak kunjung pulang. "Kita awalnya buat laporan ke polisi, sudah dua hari dari tanggal 16 Januari 2023 sampai 18 Januari 2023 belum ada pulang," katanya.

Dia menjelaskan, awalnya, Pelaku mengajak korban I (11) pergi jalan-jalan pada hari Minggu 15 Januari 2023 dan menginap di tempat teman laki-laki pelaku. Keesokan hari pelaku dan korban I langsung menjemput korban II (14) . Lalu mereka bertiga pun berboncengan pergi ke Muarasabak, Tanjab Timur.

    Menurut penuturan korban, setelah hampir sampai di lokasi yang disediakan oleh pelaku, kedua korban pun menanyakan apa maksud dan tujuan mereka ke tempat itu. Pelaku lalu berkata kepada korban, ia akan berkuasa terhadap kedua korban dan mengancam akan membiarkan korban pulang sendiri jika tidak menuruti keinginannya.

Korban I dan korban II pun terpaksa mengikuti lantaran mereka berdua tidak tahu lokasi tersebut. Kedua korban dipaksa untuk berhubungan seksual dengan laki-laki yang tidak mereka kenal. Bahkan Pelaku  juga mengancam dan memukul korban jika tidak menuruti.

Selain melapor, pihak keluarga terus mencari keberadaan korban. Baru lah pada Sabtu 21 Januari 2023, korban menghubungi keluarganya. Kedua korban saat berhasil menelpon, meminta untuk dijemput di suatu tempat. "Saya kasih tahu keluarga yang ada di Jambi untuk ke lokasi. Sedangkan kami berangkat dari Kualatungkal ke Jambi untuk menjemput," jelasnya.

Keluarga akhirnya berhasil menemui korban di suatu tempat dalam Kota Jambi, waktu itu korban bersama temannya. Korban pun langsung menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tua. "Ayah korban pun langsung reflek menampar temannya itu yang sudah menjual anaknya," kata RK.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Padli membenarkan adanya laporan polisi dengan Nomor: STPL/B-9/I/2023/SPKT/Polres Tanjab Barat/Polda Jambi, tentang tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tertanggal Sabtu 21 Januari 2023. "Kemarin sudah saya panggil Kasat Reskrim. Sudah saya arahkan untuk gerak cepat dalam penanganannya," kata Kapolres.[son/ist]






BERITA BERIKUTNYA
loading...